Tampilkan postingan dengan label tak sekedar kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tak sekedar kata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2012

SKRIPSI


Teruslah berjuang atau kau kan menjadi yang terbuang…


Karawang, 04 Maret 2012






















Jika kau merasa galau karena skripsi…
Bingung menghadapi dosen yang kadang susah dicari…
Atau justru harus berhadapan dengan alat tugas akhir yang kadang rewel sendiri…
Itu wajar…
Karena itulah masa akhir penantianmu…

Jika kau merasa bimbang karena skripsi…
Bingung menyelesaikan kata demi kata dalam laporan…
Atau materi laporan yang tersaji membuatmu pusing tujuh keliling…
Itu wajar…
Karena itulah masa akhir perjuanganmu…

Sahabat…
Tengoklah sang mentari yang bersinar…
Bukankah dia akan nampak indah kala terbenam…
Menyeringai indah dibalik awan yang menggumpul…
Hingga sinar merahnya bak permadani indah yang menawan…

Namun tak semuanya kan terlihat menakjubkan…
Karena kadang mendung datang membuyarkan pandangan…
Hingga hanya menyisakan awan tebal atau justru hujan yang berjatuhan…

Tapi semua itu adalah pilihanmu…
Termasuk juga skripsimu…

Kala dosen memberikanmu tantangan untuk membatasi keinginannnya…
Hingga membuat banyak kertas terbuang tak berfungsi…
Karena sering – seringnya revisi…
Jangan sampai frustasi…
Apalagi sampai bunuh diri…
Hanya gara – gara skripsi…

Tetaplah SMANGADZ berjuang hingga nanti…
Jangan sampai kau berhenti berjuang karena hal ini…
Karena ini hanyalah sejenak dari perjuanganmu…
Yang kan mengantarkan ke masa depanmu…

Tetaplah OPTIMIZ berjuang hingga akhir…
Jangan sampai kau berhenti di tengah perjuangan…
Karena itu hanya akan membuang impianmu…
Yang kan mengantarkan ke cita – citamu…

Bisa jadi perjuangan selama kuliahmu sepanjang itu…
Hanya ditentukan oleh akhir semestermu…
Tetapi tetap teguhkan perjuanganmu…
Karena itu akan jadi pilihanmu…


Mana yang akan kau pilih…
Menjadi pemenang atau justru menjadi yang terbuang…??

Tetap SMANGADZ…
Tetap OPTIMIZ…

Minggu, 15 April 2012

Segenggam Rindu di Ujung Senja Jakarta


Terinspirasi oleh :  senja kota metropilitan
Karawang, 15 April 2012


Di ujung kota ini aku terdiam…
Menatap sang surya yang kan tenggalam…
Di balik peraduan alam…
Menyisakan sebuah rindu tergenggam…

Di balik gedung – gedung tinggi menjulang…
Menatap keindahan alam yang terhalang…
Dibalik awan – awan yang pergi dan datang…
Menyisakan sebuah rindu menyerang…

Kurasakan ada sebuah cerita yang kurasa berbeda…
Akan ketidakberadaanmu dalam perjalanan yang ku lalui…
Hingga ada sebuah kerinduan di dada…
Akan kebersamaan saling mengisi…

Aku hanya perlu menatap sang awan yang menghalang…
Tuk tetap berjuang…
Melawan kota metropolitan yang siap menerjang…
Bertahan tuk tetap tegar laksana batuan karang…

Senja…
Sampaikan salam rindu ini…
Bahwa aku baik – baik saja…
Di balik terjangan ibu kota…

Senja…
Sampaikan kabarku ini…
Bahwa aku slalu mengingatnya…
Di balik pikiran suntuk ibu kota…

Tunggulah sejenak…
Hingga sang senja kan berubah menjadi dewi malam…
Dan janganlah beranjak…
Akan sebuah rindu yang telah tergenggam…

Sahabat…
Aku samapaikan rinduku pada Sang Senja…
Berharap kau kan melihatnya di tempat yang berbeda…
Tuk sejenak menanyakanmu akan kabar yang kau rasa…
Hingga nanti kan kulihat senyum itu…
Merekah dalam bibir dan hatimu…

Sahabat…
Aku ingin melihatmu menangis…
Tapi BUKAN tangis KESEDIHAN melainkan KEBAHAGIAAN…
Sahabat…
Aku tidak ingin melihatmu tersenyum…
Kalau hanya SENYUM di BIBIRmu bukan di HATIMU…

Minggu, 04 Maret 2012

Persahabatan Jari Kelingking


Persahabatan jari kelingking… meskipun ia kecil… tapi ia kan memegang erat…



Terinspirasi oleh :  jari kelingking
Karawang, 02 Maret 2012

Masih ingatkah dirimu…
Kala kita kecil, kau bikin diriku menangis menderu…
Karena kau telah rebut mainan kesukaanku…
Hingga aku hanya bisa manangis menggebu – gebu…
Karena kau hanya tertawa meninggalkaku…

Hingga kala usia remaja mulai berjumpa…
Membuat fisikku tumbuh semakin dewasa…
Waktu itu kau kembali berulah membuatku sedih terasa…
Dengan mencorat – coret buku tugas sekolahku hingga tak berupa…
Hanya membuatku kesal dan marah di jiwa…

Kini sosokku telah benar – benar dewasa…
Dan kau pun tak lagi menjadi sosok anak kecil yang pantas dimanja…
Saat kuingat cerita tentang kita…
Mengingatkan akan banyak cerita…
Duka, lara bebuah air mata…
Senyum, tawa menyisakan kegelian terasa…
Seakan bak cerita kehidupan yang selalu berganti – ganti…

Aku hanya mampu tersenyum malu mengingat cerita – cerita kita…
Akan tawa, bahagia, tangis dan luka yang pernah kita rasa…
Kini hanya akan meninggalkan sebuah kerinduan di jiwa…
Akan makna persahabatan yang telah kita lalui bersama…
Mungkin tak kan pernah ada yang meminta…
Kita aka bersahabat dengan siapa?
Tua, muda, laki, ataupun wanita…
Ayah, Ibu, adik, kakak, teman, bahkan saudara…
Semuanya Allah hadirkan dari kasih sayang-Nya…
Melalui sosok – sosok yang dekat dengan diri kita…

Aku hanya bisa meminta pada Sang Kuasa…
Layaknya persahabatan jari kelingking…
Yang memegang erat satu sama lainnya…
Tuk sejenak saling berbagi motivasi dan cerita…
Menjalani perjuangan dan tantangan menghadang…

Ya Allah… Ya Rabbi…
Terima kasih untuk cerita – cerita yang telah kau hadirkan…
Aku hanya merasakan…
Bahwa dirimu masih memberikan kesempatan bagi sosokku ini…
Tuk tetap tegar dalam menjalani tantangan kehidupan…

Terima kasih sahabat – sahabatku…
Terima kasih Ya Allah…

Teruslah genggam erat tanganku…
Sebagai penguat dan motivasi penguat…
Tuk hadapi tantangan di hari esok yang kan menghadang…
Karena ini bukan cerita ku semata…
tapi ini cerita kita…
Sebagai anugerah Allah pada hamba – hamba – Nya…
Melalui orang – orang terdekat kita… 

Minggu, 19 Februari 2012

Sang Senja pun Seakan Ingin Berkisah


Sang Maha Cinta…



Terinspirasi oleh :  sang mentari senja di depan pandangan
Dedicated : Mahasiswa semester akhir yang tergalaukan
Karawang, 19 januari 2012

Aku berhenti di ujung perjalananku…
Sejenak tuk menyaksikan keindahan surya yang menyapa…
Dari atas jembatan yang terurai aliran air membelahnya…
Ku rasakan ada sang mentari yang malu – malu menyurutkan pandang…

Sore itu…
Sang mentari terbenam dari pantauan…
Sejenak mengingatkanku…
Akan kuasa dan anugerah yang telah Allah berikan…
Dari beragam hikmah dan cara yang Dia sampaikan…

Senja itu…
Sang mentari tampak malu – malu menyapa…
Sesaat menjagaku…
Akan hikmah Sang Maha Cinta…
Bahwa hidup di dunia adalah sebuah perjalanan terbatasi waktu…

Hari ini…
Aku beranjak lebih dewasa…
Umur dan usia semakin bertambah…
Menyajikan diriku dengan beragam cerita dan rasa…
Tawa, air mata, canda, duka dan bahagia…
Telah ku lalui selama ini…

Hari ini…
Sisa usiaku semakin berkurang…
Dengan banyak waktu yang kadang terbuang percuma…
Membuatku terlalu asyik dengan kehidupan dunia…
Hingga tak terasa perjalanan waktuku telah berlalu sejauh ini…

Ya Allah Ya Rabbi…
Terima kasih untuk pelajaran di senja ini..
Yang mengingatkanku akan anugerah – Mu…
Ya Allah Ya Ilahi…
Terima kasih untuk rahmat dalam kehidupanku…
Yang telah banyak memberiku kesempatan tuk berjuang…
Kini Kau kembali menyadarkanku…
Akan sang mentari senja yang sungguh mempesona hati…
Dengan begitu indah menyejukkan hati…
Seakan ingin bercerita…
Akan akhir penantian yang begitu mempesona…
Setelah perjuangan panjang yang melelahkan…

Kini Kau kembali mengingatkanku…
Akan sang senja yang begitu termuliakan…
Dengan begitu syahdunya membahagiakan…
Seakan ingin membagikan cerita tersimpan…
Tentang akhir kehidupan…
Pejuangan dan SMANGADZ tuk sebuah senyuman…
Alhamdulillah…
Rasa syukur atas nikmat yang telah Kau berikan…
Cinta dari-Mu…
Dan cinta yang Kau berikan melalui orang – orang disekelilingku…
Terima kasih Ya Allah…

Alahamdulillah…

NB: Bagaikan sebuah perang... perjuanganmu paling berharga adalah saat akhir perang... karena itulah yang menentukan, apakah dirimu akan menang, atau justru akan terbuang karena kekalahanmu...Teruntuk mahasiswa tingkat akhir yang kebingungan dan tergalaukan karena skripsi dan tugas akhir. Santaiah sejenak.. Ingat perjuanganmu.. Sejauh ini langkahmu menerjang... dan kan menjadi pilihanmu... tuk terus maju atau tersingkirkan...SMANGADZ hadapi perjuangan sampai akhir... 

Minggu, 12 Februari 2012

Di dalam besi tua ini ku temukan cerita


Karena setiap kehidupan tak kan pernah lepas dari hikmah cerita – Nya…



Terinspirasi oleh :  perjalanan di dalam gerbong kereta api
Karawang, 10 Februari 2012

Bukan…
Itu bukan sekedar cerita tentang besi berusia puluhan tahun...
Bukan…
Itu bukan pula cerita tentang karat tua yang menempelnya…
Bukan…
Itu tak bercerita tentang sosoknya yang berisik dan menggaggu keheningan…

Namun…
Ini tentang cerita di dalamnya…
Bahwa di dalamnya lah ku temukan ceritanya…
Karena aku telah mersakannya…
Ini bukan sekedar cerita biasa..
tapi banyak hikmah yang ku temukan di dalamnya…

Ada cerita tentang kerinduan seseorang dengan yang ia kunjungi…
Hingga perjalanan ini pun menjadi sebuah penantian panjang…
Untuk menunggu saatnya tiba…
Bertemu dengan keluarga, sahabat, atau teman yang ia cinta…

Bukan hanya itu…
Ada cerita tentang penjual minuman dan makanan…
yang rela menjanjakan jualan hingga malam hari tiba…
Seakan perjuangan mereka tiada henti setiap harinya…
Hanya tuk sekedar mencari sesuap nasi kebutuhan keluarga…

Para peminta – minta…
Menggendong anak dengan muka memelas…
Para pengamen anak yang membagikan amplop putihnya…
Hingga ada yang dengan sedikit memaksa…

Ataupun san penyapu tiap gerbong yang menenteng sapu kecilnya…
Menjalani tiap gerbong supaya bersih…
Rela berguling – guling di tengah kerumunan…
Hanya tuk mencari sedekah sedapatnya…

Ada pula sang penjaja mainan, tas, parfum hingga kacamata…
Seakan di dalam kereta bukan hanya sekedar sebuah perjalanan semata…
Tapi ada pula cerita tentang tawa, air mata, sedih, senang…
Kerinduan, kegelisahan, dan ketakwaan…

Begitu pula dengan asyiknya pemandangan yang di jumpa…
Mulai dari pematang sawah yang menghijau…
naik turun bukit yang melintang…
Hingga kekumuhan ibukota yang disapa…
Seakan mengisahkan cerita tentang dunia…
Ada orang kaya dan juga orang kurang kaya…

Inilah cerita yang ku temukan…
Karena bukan sekedar cerita tentang besi tua belaka…
Ada cerita menakajubkan di dalamnya…
Seakan ingin berkisah…
Kalo ada seribu makna di dalamnya…
Tentang orang – orang yang hidup karenanya…

Jumat, 27 Januari 2012

Oase di Padang Pasir


Ada secerca mentari di balik gemerlayut mendung yang melingkupi…




Terinspirasi oleh :  masjid di tengah keramain kota metropilitan
Kebon Jeruk, 23 Januari 2012

Mengais setetes embun di tengah gurun pasir…
Bak seluas samudra di tengah kering kerontangnya tenggorokan…
Baru kurasakan nikmatnya air…
Membasahi tetes demi tetes kegelisahan dalam dada…

Mencari setitik api dalam dinginnya udara kutub…
Bak sehangat mentari di tengah gelapnya langit malam…
Baru kurasakan nikmatnya api…
Menghangatkan lapisan pori – pori kulit yang menyempit…

Apakah dunia hanya kan seperti sang rembulan…
Yang hanya nampak indah dari kejauhan…
Namun, banyak kekurangan jika kau mendekatinya…
Seakan banyak tipuan yang kau temukan…

Atau justru dunia bagaikan sang rumput ilalang…
Yang begitu luas terhampar di tepian padang…
Hingga terserah pada dirimu yang akan kau cari…
Apakah hanya sekedar rumput ilalang…
ataukah serumpun bunga edelweish…

Tetesan embun kan menjadi pengobat dahaga para pejuang…
Kala melewati hamparan padang yang gersang…
Tuk sejenak mencairkan kerongkongan…
Karena rasa haus yang tak tertahankan…

Masjid kecil kan menjadi sandaran kegelisahan hati…
Kala kurasakan penatnya udara ibu kota ini…
Tuk sejenak berpasrahkan diri…
Pada keagungan Sang Ilahi…

Alangkah senangnya jiwa yang ku rasa…
Kala tawa bahagia kan menjadi pengobat lara…
Di tengah kesempitan yang kurasa…
Allah masih sedikit memberikan celah untuk kelapangan di jiwa…

Alhamdulillah…
Nikmat iman terjaga yang begitu luar biasa…
Mampu mengajak kita tuk senantiasa bermunajat takwa…
Di balik oase kehidupan yang kurasakan…
Di tengah kering kerontangnya kegelisahan…

Karena setitik iman…
Laksana setetes mata air pengobat keringnya kegelisahan jiwa…

Sabtu, 21 Januari 2012

The Way of Love ( Jalan Cinta)


Jika aku merasakan cinta… Semoga cintaku semakin mendekatkanku pada cinta – Nya…

Terinspirasi oleh :  gemericik air hujan dan mendung menggerayuti,,
Karawang, 17 januari 2012

Ya Allah…
Kala ku rasakan cinta…
Menggerayangi setiap relung jiwa…
Dalam setiap detik kegembiraan yang kurasa…
Aku hanya bisa berucap doa…
Semoga cintaku semakin mendekatkanku pada Sang Kuasa…
Sang Pemilik alam semesta…

Ya Rabbi…
Menyelisuri setiap bilik dalam hati…
Dalam setiap aliran darah yang mengalir tiada henti…
Aku hanya bisa meminta dalam seribu mimpi…
Semoga cintaku semakin mendekatkanku pada Sang Ilahi…
Sang Maha Pemberi…

Jalan cinta itu datang…
Menghampiri para pejuang…
Bertumpah darah dalam setiap ruang…
Tuk sejenak berhenti dalam satu kesempatan senggang…
Bahwa hidup adalah satu petualang…
Menyatu dalam seribu satu cerita yang datang…

Jalan cinta itu panjang…
Mendatangi para petualang…
Menyatu dalam satu ikatan  waktu terbentang…
Bahwa hidup adalah satu perjuang…

Bagaikan sang gemerlayut mendung yang menghampiri…
Datang mendekat dalam satu kesatuan arti…
Bahwasanya langit tak kan terlihat ceria seperti ini…
Tanpa kehadiran sang mentari…
Yang selalu setia menghampiri…
Kala kebut tebal menyelimuti…

Begitupun dengan cinta…
Akan semakin berwarna…
Kala yang kau rasakan menjadikan positif di jiwa…
Karena bukan cinta yang menguasai rasa…
Namun termakna dalam satu kesatuan asa…
Bahwa cinta yang kan menjunjungmu tinggi dalam satu munajat takwa…
Karena itulah makna cinta yang sebenarnya…
Membuatmu kaya akan nikmat Sang Maha Cinta…

Ya Allah Ya Rahman…
Terima kasih untuk cinta  yang Engkau berikan…
Satu cinta dalam kemilauan…
Tuk membuatku lebih erat memekik  erat suara kebenaran…
Bahwa Engkaulah Sang Maha pemilik kehidupan…

Senin, 16 Januari 2012

Pemimpin yang Merakyat


Indonesia tak sekedar butuh pemimpin tapi pemimpin yang mengerti



Terinspirasi oleh :  daun teh
Karawang, 13 Januari 2012

Memang banyak pemimpin di dunia…
Tapi tak banyak pemimpin yang memahami dirinya sendiri…
Memang banyak pemimpin di dunia…
Tapi tak banyak pemimpin yang mengerti dirinya sendiri…

Dunia sudah terlalu banyak pemimpin yang bertaburan…
Mulai dari belahan dunia barat hingga ke timur…
Dunia sudah terlalu banyak pemimpin yang berhamburan…
Mulai dari yang berdasi rapi hingga berkaos seni…
Namun tak banyak yang bener – bener mengerti…

Ketika kapitalisme mulai menggerogoti…
Kehidupan dunia yang mulai ngeri…
Banyak pemipin yang berkemeja rapi…
Berdasi warna – warni dengan menenteng tas kerja mini…
Tapi…
Tak sedikit pula yang menindas anak buah sendiri…
Hanya tuk sekedar mengejar prestasi…
Kehidupan dunia yang bakalan terhenti…

Ketika kapitalisme mulai berjumpa…
Dari satu negeri ke negeri lainnya…
Masih banyak industri yang mempekerjakan karyawan tanpa melihat kebutuhannya…
Senin sampai sabtu masuk kerja…
Terus hari minggu tetap saja…
Seragam dan peralatan kerja tetap saja setia…
Seakan mereka hanya mengejar keuntungan semata…
Agar perusahaan tetap berjaya…
Para pembesar bisa tidur nyenyak dan bernafas lega…
Namun (maaf) para pekerja biasa ngrasa menderita…

Coba kita temgok dengan sosok pemimpin belakangan…
Akan sosok Dahlah Iskan…
Seorang pemimpin yang lahir dari profesi dunia wartawan…
Namun sejenak rakyat merasa heran…
Melihat sang pemimpin hidup dalam kesederhanaan…
Apa lagi yang perlu dipertanyakan?
Toh memang seharusnya begitulah pemimpin idaman…
Yang mengerti akan kebutuhan orang kebanyakan…

Indonesia tak hanya sekedar membutuhkan pemimpin…
Namun, pemimpin yang mengerti…
Mengerti akan kebutuhan rakyatnya…
Mengerti akan kewajiban utamanya…
Mengerti akan tanggung jawabnya…
Mengerti akan permasalahan yang ada…
Mengerti akan amanah yang diembannya…
Semoga suatu saat nanti…
Akan lahir seorang pemimpin yang bener – bener mengerti…
Pemimpin yang tak hanya sekedar menjadi sokongan terdepan…
Namun pemimpin yang benar – benar mengerti…
Pemimpin yang merakyat…

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

Rabu, 11 Januari 2012

MAYAT BANGUN DARI KUBUR


Jika Nauf boleh menghidupkan kuda milik Birdlaun milik Raja Faris atas izin Allah, maka Nabi Isa boleh menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah juga. Itulah mukjizat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk menunjukkan kebesarannya.
Tapi dasar orang kafir, walaupun Nabi Isa boleh menunjukkan mukjizat menghidupkan orang yang sudah mati, mereka masih menyangkalnya. "Sesungguhnya engkau hanya dapat menghidupkan mayat yang baru yang ada kemungkinan memang belum mati benar. Cuba kau hidupkan mayat-mayat terdahulu jika kau boleh." Ujar mereka. Merasa ditentang kaumnya, Nabi Isa lalu berkata : "Silakan pilih mayat sekehendakmu," jawabnya.

"Cuba hidupkan Sam dan Nuh," kata mereka.
Kemudian Nabi Isa pergi ke makam Sam dan Nuh. Setelah bersembahyang di atas kuburnya, Isa berdoa kepada Allah meminta Allah menghidupkan mayat itu. Atas kekuasaan Allah kedua mayat yang sudah lama meninggal it bangkit kembali dari kuburnya. Rambut di kepala dan rambutnya sudah memutih.
Begitu melihat keduanya hidup kembali, Isa bertanya, "Mengapa rambutmu sudah memutih semacam itu,". Keduanya lalu menjawab bahawa mendengar panggilan Isa, ia mengira hari kiamat sudah tiba. "Berapa lama kau sudah meninggal?" tanya Isa. "Empat ribu tahun, tetapi sampai sekarang belum hilang rasa sakit matiku." Jawabnya.Melihat mukjizat Allah, berimanlah semula orang-orang yang kafir itu.

Senin, 09 Januari 2012

Sekali – Kali Kita Perlu Makan Bareng Tukang Becak


Tahukah kamu kekayaan yang paling berharga buat manusia??

Terinspirasi oleh :  tukang bangunan dan tukang becak
Jakarta, 08 januari 2012



Pernahkah kau bayangkan apa kekayaan yang paling berharga buat manusia…?
Coba kau pikirkan sejenak…
Kau renungkan dalam dirimu…
Dan kita jawab dari hati kita masing – masing…

Harta benda…
Kekayaan yang bisa membuatmu membeli apapun yang kau inginkan…
Materi yang mampu memberikan manusia berbagai kelimpahan ekonominya…
Namun kadang tak jarang justru meneroboskan manusia ke lumbung kehinaan…
Karena kegilaan akan harta benda yang membuatnya menghalalkan segala cara…
Hanya tuk memperkaya diri mengejar prestasi dunia…

Ilmu dunia…
Pengetahuan dan teknologi yang dapat pintu gerbang kebodohan…
Seakan menunjukkan antara masa lalu dan masa depan yang begitu dekatnya…
Namun kadang tak jarang yang menggunakannya untuk kemaksiatan…
Karena keinginan menguasai dan membodohi orang lain…
Hanya tuk sekedar mencari kekuasaan yang tak kekal…

Tahta…
Kedudukan terhormat status manusia dihadapan yang lain…
Memperlihatkan seberapa berharganya status sosial manusia…
Namun tak kadang pula justru membuat orang jadi gila…
Karena berebut tahta dan kursi kekuasaan…
Hingga saling menjegal dan menghimpit teman lainnya…

Begitulah kehidupan…
Hingga artinya satu jawaban tersampaikan…
Kekayaan apa yang paling berharga buat manusia…
Kekayaan materi, fisik, sosial?
Bukann…
Orang paling beruntung di dunia…
Bukan orang yang paling kaya, bukan orang berkuasa, dan bukan orang terpandai…
Tapi…
Orang yang bersyukur…

Mungkin terkadang kita perlu sejenak menyempatkan diri tuk makan bareng dengan tukang becak, tukang batu bata, buruh pabrik dll. Ketika kita menyaksikan cara mereka makan. Terlihat jelasa bahwa mereka makan hanya sekedar tuk mengisi perut. Meskipun hanya dengan lauk pauk yang sehariannya hampir sama (tempe – tahu). Tapi lihatlah muka mereka, tetep tersenyum menikmati lauk makan yang ada. Sebagai pengobat lelah aktifitas sehari – hari mereka.

Berbeda dengan diri kita, masih ada di antara kita yang ketika masuk ke rumah makan. Mulai bingung memilih menu makanan. Hanya tuk sekedar memanjakan nafsu sejenak. Yang tak kan pernah bertahan berjam – jam masuk ke perut kita. Hingga terkadang kita di buat terlena dan lupa tuk sejenak bersyukur. Dan tak jarang pula yang kelupaan berdoa mengawalinya.

Semoga kita di jauhkan dari hal – hal sedemikian…
Tetap SMANGADZ…
Melihat ke atas ada optimiz perjuangan bergelora…
Melihat ke bawah ada kesyukuran atas nikmat yang telah kita terima…

Sabtu, 07 Januari 2012

Emang ada yang lebih kejam dari IBUKOTA?

Kenapa harus Jakarta gitchu loch

Terinspirasi oleh :  hujan, banjir, macet, ruwet
Jakarta, 07 januari 2012



Suara klakson membahana keras memekikikan telinga…
Membuat orang yang berlalu lalang menutup kupingya…
Lalu lalang para pekrja yang melintasi jalanan padatnya…
Kenapa harus Jakarta gitchuu loch??

Sampah menumpuk hingga puluhan meter…
Hingga banjir dan bau busuk jadi pemandangan harian…
Menempati sela – sela bangunan megah yang menjulang tinggi…
Kenapa harus Jakarta gitchu loch??

Para pengemis dan anak jalanan yang berkeliaran…
Mencari sesuap nasi dari kehidupannya yang tak tentu…
Menjadikan selasar toko dan lorong jembatan bak tempat tinggalnya…
Kenapa harus Jakarta gitchu loch??

Emang ada yang lebih kejam dari Jakarta?
Mulai dari para pejabat yang menghamburkan duit dengan mudahnya…
Sementara di satu sisi…
Para pemulung mencari sampah tuk membeli beras sisa ceceran…

Emang ada yang lebih kejam dari Jakarta?
Mulai dari gedung – gedung megah yang mententeng menjulang langit…
Sementara di satu sisi…
Gubuk – gubuk kardus mentereng di pinggiran sungai…

Emang ada yang lebih kejam dari Jakarta?
Mulai dari para pejabat yang berebut kursi kekuasaan…
Sementara di satu sisi…
Masyarakat miskin berebut beras bantuan…

Kalau ditanya bagaimana mengurangi banjir di Jakarta?
Jawabanya cuma kesadaran manusianya…
Agar warga mulai mengerti lingkungannya…
Sampah terbentang… Air menggenang…

Kalau ditanya bagaimana mengurangi kemacetan di Jakarta?
Jawabannya cuma kesadarang warganya…
Agar mau menjalani lalu lintas dengan taat…
Kesadaran 0 %... Kemacetan 100 %...

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)
(QS. ArRuum :41-46)

Sabtu, 31 Desember 2011

Akhir Yang Mengawali…


Semua kan mengalir hingga waktu terhenti

Terinspirasi oleh : tetes deru air mata
Yogyakarta, 31 Desember 2011

Bukan…
Air mata itu bukan cuma pertanda kesedihan…
Namun…
Air mata itu pertanda senyuman hati yang ikhlas…

Bukan…
Ini bukan akhir dari segalanya…
Namun…
Ini adalah awal dari cerita nyata yang kan dimulai…

Berhentilah menangis…
Jika air mata itu hanya menyiksamu…
Berhentilah tersenyum…
Jika senyuman itu hanya sekedar tipuanmu…

Sahabat…
Aku ndak ingin melihatmu menangis…
Jika itu hanya sekedar tangisan kesedihanmu…
Tapi mengangislah…
Karena tawa bahagia yang kau rasa…

Sahabat…
Aku ndak ingin melihatmu tersenyum…
Jika itu cuma sekedar dimulutmu semata…
Tapi tersenyumlah…
Karena hatimu yang berbahagia…

Teruslah tersenyum dan menangis sahabatku…
Hingga air mata dan senyumanmu kan mengingatkanku akan cinta – Nya…

Minggu, 30 Oktober 2011

MAAF… Jangan GANGGU Please…!!! Lagi GALAU nih…


STOP GALAU SEKARANG JUGA…
GALAU BERLANJUT DEKATI ALLAH
UBAH GALAUMU JADI SMANGADZMU..





Dedicated : special presents to GALAU’ers
Temanggung, 29 Oktober 2011

Catatan ini khusus kubuatkan bagi Loe pada yang ngerasa galau di hati…
Karena masalah yang datang menghampiri…
Atau karena banyak cinta dan harapan yang pergi…
Hingga terasa ada yang kurang enak sendiri…
Bingung mau menumpahkan segala emosi…
Dan akhirnya cuma bisa berdiam diri…

Biasanya sih muda – mudi yang sering tersakiti
Karena sindrom GALAU yang menyerang hati…
Karena banyak masalah yang datang silih berganti…
Pada saat mereka melakukan pencarian jati diri…
Meski kadang juga sering salah arti…
Hingga akhirnya suka bingung sendiri…

Bagi mahasiswa – mahasiswi yang nyusun skripsi…
Biasanya rasa GALAU sering menyerang diri…
Apalagi kalau hidupnya menyendiri…
Merenungi nasib di pojokkan kamar mandi…
Atau justru cuma berdiam diri…
Seakan dunia menghimpitmu penuh misteri…
Mendingan deketin Sang Ilahi…
Toh Dia yang Maha Memberi Rezeki…
Bersiap tuk membantumu di setiap lini…
Tak pernah lelah menuntunmu dengan pasti…

Bagi muda – mudi yang GALAU karena cinta…
Tak perlu lah merasa menderita…
Apalagi sampai terjun loncat dari atas menara…
Berharap dunia kan membawamu ke syurga…
Padahal kau telah melakukan dosa…
Mendingan kita deketi Sang Maha Cinta…
Yang selalu berbagi rejeki dan anugerah merata…
Pada semua makhluk – Nya…


Wahai para GALAU’ers yang di sana…
Mana SMANGADZ mudanya…
Tunjukkan pada dunia kalau kamu BISA…
Karena dunia tak pernah ikutan berduka…
Kala kau menderita…
Bangkitkan OPTIMIZ di jiwa…
Bak sebuah ombak yang kan menerjang batuan sekuat baja…
Mendebur lautan dangan ganasnya…

Wahai para GALAU’ers yang di sana…
Hapuslah kemurungan yang ada di dada…
Ingat dunia kan ikutan tertawa…
Kala kau riang gembira…
Tunjukkan prestasimu pada orang yang kau cinta…
Karena mereka akan ikutan bagagia…
Kala melihatmu sukses di depan mata…

Wahai muda – mudi di penjuru negeri…
Mari kita hapuskan kegalauan hati…
Toh setiap manusia punya masalahnya sendiri – sendiri…
Namun janganlah kita merasa tak ada yang menemani…
Karena Allah selalu membersamai…
Pada setiap jalan yang kita lalui…
Ada jalan kemudahan di setiap kesulitan…

Wahai muda – mudi di seluruh dunia…
Stop update status galau sekarang juga…
Sebelum kegalauan itu menyerang di ujung kepala…
Hingga menjalar ke seluruh raga…
Membuatmu terbutakan oleh keberadaan – Nya…
Karena ada Sang Maha Cinta…



GALAU (God Always Listening And Understanding)
Genjotkan SMANGADZmu 
Ayo Tunjukan Aksi Terbaikmu… 
Lihatlah Masa Depan yang Menunggumu… 
Ayunkan OPTIMZ dalam dada… 
Usahakan Sebaik Mungkin untuk Orang – Orang yang Kau Cinta…

Jumat, 21 Oktober 2011

RESHUFFLE




Kalau kau punya televisi…
Lihatlah sejenak berita – berita terkini…

Dan akhir – akhir ini…
Banyak berita tentang para pejabat yang saling berpindah berganti kursi…
Seakan kekuasaan seperti sedang di bagi – bagi…



Mulai dari para politisi…
Pegawai negeri, polisi, mahasiswa – mahasiswi, hingga para pedagang roti…
Semuanya nampka membicarakan berita tentang si kursi…
Mereka saling mempertanyakan akan nasib bangsa ini…
Di bawah kekuasaan sang pemimpin negeri…


Mungkin masih kita ingat di dalam memori…

Kemarin – kemarin tentang kisruh PSSI…
Para rakyat menuntut sang petinggi tuk diganti…
Penuh harap agar persepakbolaan negeri kan dapat diperbaiki…
Namun, kini setelah diganti…
Nampaknya rakyat belum bisa berpuas diri…
Karena kekalahan timnas masih saja terjadi…
Lalu siapa yang perlu disalahkan kini…?


Beberapa tahun yang lalu juga telah terjadi…

Kala presiden berganti…
Menteri pendidikan pun ikut berganti…
Namun, apa yang terjadi…
Kurikulum pendidikan kita ikutan berganti – ganti…
Hingga dua atau tiga kali…
Dan yang menjadi rugi…
Para siswa dan guru dibuat bingung sendiri…
Karena buku dan sistem pendidikan yang hanya berusia dini…


Dan kini…

Pak presiden sedang merombak susunan para menteri…
Berharap untuk memperbaiki strategi…
Dan kebobrokan negeri semakin terbaiki…
Memang semuanya menjadi hak sang pemimpin negeri…
Namun, seakan ada kepentingan golongan yang masih bersembunyi…
Di balik sosok presiden terpilih kini…
Yang sedang merong-rong dan mempengaruhi…
Kebijakan pak presiden agar bermanfaat untuk kepentingan golongan sendiri…
Hingga seakan mereka sedang berbagi – bagi kursi…
Antara koalisi atau oposisi…


Hmmm…

Dan bagi rakyat hanya bisa menanti…
Semoga kebijakan pak presiden benar – benar telah dipikirkan kini…
Untuk kebaikan negeri…
Dan juga kepentingan semua rakyat ini…


Kita hanya bisa berharap – harap cemas menanti…
Sembari berdoa penuh harap pada Sang Ilahi…
Sang Pemberi Rezeki…
Semoga negeri ini dipimpin oleh para petinggi negeri…
Yang tidak hanya memikirkan perutnya sendiri…
Namun juga kepentingan bangsa dan negeri…
Agar esok Indonesia semakin jaya kembali…
Menjadi negeri yang selalu diberkahi ridlo Ilahi…



#Semoga pemimpin negeri ini tidak hanya mereshuffle orang – orangnya saja. Namun benar – bener memilih dan memilah orang – orang pilihan yang tidak hanya baik mutu pendidikannya. Namun juga hati, rohani dan religinya. Pemipin – pemimpin negeri yang tak hanya menghantarkan kita ke perbaikan diri. Namun juga perbaikan mental dan menghantarkan kita menuju berkah Sang Maha Cinta, Allah SWT.

Minggu, 16 Oktober 2011

Good Bye My Diary


Sahabat Setia Sejati Selalu Setia Selamanya

Terinspirasi oleh : sahabat
Yogyakarta, 16 Oktober 2011

Makna persahabatan memang luar biasa, banyak kisah dan inspirasi yang kita maknai dari sebuah cerita persahabatan. Ada sepenggal cerita yang kucoba senandungkan dari makna persahabatan…

Duluu…
Buku bersampul biru itu selalu menemani di setiap malamku…
Dengan sebuah pena hitam berpita pink…
Sekan sebagai sahabat setia yang menemani perasaan – perasaanku…
Sebagai teman setia yang membawaku ke kereta mimpi…

Tiap kali ku bersedih…
Ku tuliskan air mataku disecarik kertas putih itu…
Hingga penuh dengan kata – kata putus asa…
Dan sebuah tanda “ >_< ” kesedihan…

Dan acap kali hari berganti dengan tawa…
Seakan buku diaryku ikut bernyanyi…
Menyenandungkan hati dan senangnya jiwa…
Seakan aku ingin mengajaknya bergembira…

Hingga ketika hatiku di balut cinta…
Banyak tanda hati yang tersaji penuh warna…
Seakan menggambarkan hatiku yang terpanah asmara…
Mengubah duniaku menjadi lebih ceria…

Tapi semua itu tinggalah kenanganku…
Hingga buku bersampul biru itu pun tak lagi kusapa…
Karena aku punya sahabat – sahabatku…
Yang kan selalu menemani di setiap rasa…

Bukannya ku tak lagi punya cerita…
Tuk kubagi ke lembar demi lembarnya…
Tapi kini ku punya banyak hal tuk kubagi…
Sahabat -  sahabat yang selalu menemani…

Dan kini…
Ada sahabat yang kan menggantikannya…
Tak hanya menjadi pendengar setia di kala ku bercerita…
Namun, ada masukan di setiap makna yang ku rasa…
Hingga tawa dan air mata pun tak lagi kurasa hampa…

Sahabat…
Hadir sebagai bukti cinta Allah pada hamba – Nya…
Yang datang silih berganti mengisi luang lingkup kehidupan…
Seakan bagaikan jalan pertolongan Allah pada kita semua…

Begitulah luar biasa makna persahabatan sebagai tempat saling berbagi cerita kesedihan, kegembiraan, dan kebersamaan. Hingga semuanya terasa menjadi saling menjaga, mengingatkan, dan berbagi inspirasi.
Hmmm… ini ceritanya… bagaimana ceritamu…

Sabtu, 15 Oktober 2011

Buah Hati Sang Pewaris Cinta


Karena anak sholeh adalah warisan yang tak ternilai harganya…

Terinspirasi oleh : bayi mungil nan lucu
Temanggung, 15 Oktober 2011



Tangis riuh menderu dalam satu tawa bahagia...
Kala sang bocah mungil hadir dalam satu keluarga…
Sebagai anugerah cinta dari Sang Maha Kuasa…
Bukti nyata akan karunia – Nya…

Seakan sebagai pengobat pelipur lara…
Dari usaha sang bunda yang berjuang hidup matinya…
Menyatu dalam rasa sakit yang luar biasa…
Meski harus bertaruh nyawa sekalipun…
Dan tangis sang bocah seakan bak nyanyian merdu di telinga…

Dan rasa cinta itupun berbuah karya…
Mereka adalah titipan Sang Pencipta pada manusia…
Tuk terlahir menjadi pejuang – pejuang kehidupan…
Yang menyebarkan cinta dan senyuman…
Sebagai bukti nyata akan cinta sang pewaris keluarga…

Wahai manusia kecil yang tak berdosa…
Meskipun tangismu menyapa dunia…
Namun, senyum tawa membuat jiwa melayang di udara…
Semoga Allah memberikan kelapangan rizki di dada…
Hingga kau kan tertakdirkan sebagai penegak Islam di dunia…
Sebagai tanda cinta manusia pada Sang Maha Kuasa…

Wahai manusia imut yang berjiwa surga…
Meskipun fisikmu rapuh tak berdaya…
Namun, kau kan menjadi tegar tuk menunjukkan mimpimu pada dunia…
Semoga Allah memberikan kemantapan iman islam di jiwa…
Hingga kau kan tertakdirkan sebagai pejuang umat manusia…
Dari keterbodohan dan kebelakangan masa…

“Semoga Allah menganugerahkan pada kita keturunan yang senantiasa memegang teguh iman, islam, dan ihsan. Sebagai bukti rasa cinta kita akan karunia Sang Pencipta.”

Rabu, 05 Oktober 2011

Sajak Cinta Untukmu Jogjakarta


Memang ada yang lebih ISTIMEWA dari Jogja…?  Yang lebih METROPOLITAN banyak…

Inspired by : Yogyakarta
Temanggung, 05 Oktober 2011






Kala langit senjamu menyapa di ujung peraduan…
Ku rasakan sumilir angin memanjakanku dalam satu kerinduan…
Hingga saat mentarimu menyapa riang di pagi hari…
Ku rasakan berjuta harapan siap dinanti…

Seakan mengingatkanku tuk kembali merenugi…
Bahwa kehidupan adalah sebuah proses yang tak pernah henti…
Kadang senang dan sedih selalu datang silih berganti…
Membuatku ingat akan kuasa Sang Ilahi…

Kala ku telusuri jalanan ringroad yang berputar…
Dengan udara khas yang menusukku dengan segar…
Seakan mengobati akan luka kota yang hingar bingar…
Hingga membuat badan kan terasa segar…

Seakan mengingatkanku tuk kembali meyakinkan…
Bahwa  Allah lah sang pemilik kehidupan…
Yang tak kan pernah membiarkan makhluk – Nya sendirian…
Karena setiap masalah kan selalu mendapatkan jalan…

Jogjakarta…
Ku temukan satu cerita dalam berjuta keindahan kota…
Sejenak membuatku terdiam tak mampu mengatakan rasa…
Karena menatap berjuta pesona dalam satu makna…
Kau mengajarkanku tuk menjadi dewasa…
Dengan cerita air mata yang hampir membuatku tak kuasa…
Kau mengajarkanku tuk menjadi bijaksana…
Dengan tawa bahagia yang datangnya tak pernah kuduga…

Jogjakarta…
Dari Panorama Merapi hingga Pesisir Parangtritis…
Dari Monjali hingga Malioboro…
Seakan menyajikan ketertarikan alam Jogjakarta…
Yang begitu Indah mempesona…
Membuat kita hanya sedikit bisa terucap…
Subhanallah… Allah Maha Kuasa…

Kini kau mengingatkanku akan satu cinta…
Cinta dari Sang Maha Cinta…
Hingga kusenandungkan satu sajak kata…
Sajak cinta untukmu Jogjakarta…

Kamis, 22 September 2011

Sahabat Setia dan Sejati Selamanya Selalu Seirama


Senandung Persahabatan

Dedicated: sahabatku…
Yogyakarta, 22 September 2011

Sahabatku…
Dulu…
Tak pernah kusangka bisa mengenal sosokmu…
Namun kini…
Kau yang hadir menemani langkah perjalananku…

Sahabatku…
Dulu…
Tak pernah kusangka bisa dekat denganmu…
Namun kini…
Kau yang hadir memberi semangat perjuangaku…

Tawa dan canda telah kita lalui bersama…
Bahkan air mata dan duka tak luput menyapa…
Hingga terkadang kita menyatu dalam satu cerita…
Seakan dirimu adalah bayangan lain dalam langkahku…

Bagaikan sang bintang gemintang yang menghiasi langit malam…
Begitulah persahabatan termaknai…
Saling mengisi, menemani dan saling berbagi…

Bagaikan rumpun ilalang yang menjalar di tengah padang…
Begitupun persahabatan termaknai…
Saling menyokong dan menopang semangat perjuangan…

Tetaplah berbagi semangat sahabatku…
Laksana lilin – lilin kecil yang saling berbagi cahaya…
Hingga suatu saat nanti…
Kan berubah menjadi obor yang kan menyala lebih terang…

Teruslah tersenyum sahabatku…
Bagaikan sang burung yang berkicauan kecil…
Menemani pagiku yang begitu dingin…
Hingga senyum itu…
Kan melekat erat menjadi tawa dalam hatimu…

Semoga persahabatan kita kan selalu terjaga…
Sebagai anugerah Allah yang ditakdirkan pada hamba – Nya…
Semoga persahabatan kita kan selalu tersambung…
Sebagai jalan pertolongan Allah pada makhluk – Nya…
Semoga persahabatan kita kan selalu terjalin…
Tuk menemani langkah kita di jalan cinta – Nya…

Dan satu harap yang ku pinta dalam doa…
Semoga persahabatan kita…
Kan menjadi…
Sahabat Setia dan Sejati Selalu Seirama Selamanya…
Aminn…