Rabu, 18 Mei 2011

KISAH LIMA PERKARA ANEH

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.

Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."

Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."

Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."

Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."

Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.

Minggu, 15 Mei 2011

Baraka Allahu Lakuma


Hari Penantian Kemenangan Cinta…

wedding details 1

rings on wedding booklet © Zela - Fotolia.com

Hari itu…
Saat dua insan terbuai cinta…
Menyatu dalam sebuah perayaan bahagia…
Bagai sang raja dan permaisuri yang duduk di atas singgasana…

Waktu itu…
Ketika dua insan dengan cinta terjulang…
Menyimpan malu dan tawa girang…
Bagai seorang punggawa yang baru memenangi perang…

Saat itu…
Ketika pernikahan telah menjadi jalan berkah…
Yang haram berubah jadi ibadah…
Dan menyatu karena takdir Allah…

Walimatul ursy…
Saat dua muara air bertemu dalam satu telaga…
Sang cinta telah menemukan kemenangannya…
Bagaikan sang musafir yang menempuh perjalanan panjangnya…


Hari penantian…
Saat dua hati menyatu dalam ikatan suci…
Sang anak panah yang menemukan busur tersembunyi…
Bagaikan sang anak yang mampu menggapai bintang mimpi…

Dan hari bahagia itupun tiba…
Saatnya kalimat suci terucap dalam kata…
Ketika saksi menjadi bukti kesetiaan cinta…
Waktunya dua hati terbalut dalam sebuah ibadah karena Allah semata…

Menjadi sebuah jawaban dari sebuah penantian…
Tersimpan kado terindah dari sebuah perjuangan…
Atas nikmat dari Sang Rahman…
Sebagai wujud syukur untuk semua balasan…

Teruntuk insan yang telah menyatukan dua jiwanya…
Jadikan pernikahan sebagai sebuah jalan takwa…
Dari penantian panjang yang berbuah cinta…
Hadiah tepat dari anugerah Sang Kuasa…

Peliharalah cinta sebagai sebuah ikatan iman…
Kemenangan cinta dalam sebuah penantian…
Semoga Allah kan selalu menjaga hati…
Tuk menjadikan sebuah berkah keluarga yang Islami…

Teruntuk dua insan yang menyatukan cinta: 
Barakaallahu lakuma… Wabarakalla alaikuma…Wajama'a bainakuma…fii khairin

Semoga Allah melimpahkan berkah
Semoga Allah taburkan kebaikan
Dan semoga engkau berdua dikumpulkan dalam kebahagaiaan
Bila Allah jadikan pernikahan berkah keindahan menjadi kebaikan
Kemesraan dan canda ceria kan menjadi kesucian agung

by : aa.mawardhi
inspirited by : Salim A Fillah @ ponpes Darut Tauhid, Serua Indah
Jakarta Selatan; 14 May 2011/ 11 Jumada Al-Awal 1432 H

Selasa, 10 Mei 2011

Senyumanmu




Indah matamu derai rambutmu
Menunjukkan itulah keindahan
Yang memberikan bentuk senyuman
Sebentuk usapan kepada hati

Sinar wajahmu lembut katamu
Seperti nyaman ku menggubah dunia
Kian terasa begitu hampa
Semuanya sirna tanpa cinta

Ku temukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang ku cari

Kau bukanlah cantikmu yang ku cari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tahu mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu tetapi
Ku tahu yang ku tunggu hanyalah senyummu

Rabu, 04 Mei 2011

aku ada bukan karena aku.... tapi karena ada Dia (Allah SWT)

Aku sebenarnya ingin menjadi mawar putih yang suci...


Tapi bukankah sang mawar juga butuh mentari yang indah...


Biar ia tetap tumbuh tegar dalam satu keindahan juwa..


Sebagai sujud sukur karena ridha dan anugerah-Nya...

Selasa, 26 April 2011

LOMBA ESSAY n NARASI PENDIDIKAN KRITIS 2011


Dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan pelaksanaan seminar nasional oleh Forum Nasional Pendidikan Alternatif bertajuk “Pendidikan Humanis Hari Ini”, panitia pelaksana (panpel) memberi kesempatan bagi mahasiswa dan guru untuk berkarya memberi sumbang pemikiran kritis idealis dan solutif dalam rangka ‘memanusiakan manusia’ secara tertulis dalam “Lomba Esai-Narasi Nasional 2011?.


Pelaksana: 
FORUM NASIONAL PENDIDIKAN KRITIS-ALTERNATIF

Waktu pelaksanaan
22 Maret – 22 Mei 2011

Tema
PELAKSANAAN PENDIDIKAN ALTERNATIF

Sub tema
1. Pendidikan dilematis
2. Belajar itu asik
3. Berbenah dari kelas
4. Antara guru, fasilitator, dan orang tua

Alamat mengirim
Naskah dikirim ke narasi.ep@gmail.com

Peserta
1. Mahasiswa
2. Guru

Penilaian
1. Orisinalitas;
2. Gaya bahasa; dan
3. Ketepatan analisa

Pengumuman kepesertaan 
Pertama 5 April 2011
Kedua 3 Mei 2011
Ketiga 22 Mei 2011 (Hari terakhir pengiriman naskah, pukul 24.00 WIB)

Pengumuman pemenang
24 Mei 2011

Ketentuan-ketentuan: 
1. Naskah boleh berbentuk narasi atau esai.
2. Naskah tidak pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik.
3. Naskah ditulis di atas kertas ukuran A4, margin normal, 1 spasi, minimal 5 halaman, disertai fotenote / daftar pustaka bila terdapat rujukan atau kutipan.
4. 1 orang peserta hanya mengirim maksimal 2 naskah.
5. Naskah fokus pada sub tema, tidak bercabang.
6. Halaman akhir naskah dilengkapi dengan data pribadi ( nama, alamat, usia, tempat kuliah, tempat mengajar, no HP / kontak, email, dan no rekening -pribadi atau berwakil).
7. Setiap pengiriman naskah peserta melampirkan attachment file scan KTP yang masih berlaku.
8. Setiap peserta diharuskan menulis isi pengumuman lomba ini di note FB masing-masing dengan men-tag 25 teman termasuk akun FB panitia (sebelumnya add forum.pendidikan@ymail.com).
9. Kepesertaan gugur bila tidak sesuai ketentuan naskah.
10. Naskah yang masuk menjadi milik panitia. 
11. Hanya pemenang yang akan dihubungi panitia via email / telepon dan hadiah dikirim ke no rekening pemenang.
12. Keputusan panitia adalah kuat dan tidak dapat diganggu gugat.

Hadiah*
Kategori mahasiswa
Penerima penghargaan pertama Rp. 6.000.000;
Penerima penghargaan kedua Rp. 3.000.000;
Penerima penghargaan ketiga Rp. 1.500.000;

Kategori guru
Penerima penghargaan pertama Rp. 7.000.000;
Penerima penghargaan kedua Rp. 3.500.000;
Penerima penghargaan ketiga Rp. 2.000.000;

* Keterangan : Hadiah sudah termasuk pajak

Bagikan

Gempa Susulan Goyang Cilacap


SELASA, 26 APRIL 2011 | 15:02 WIB



foto


TEMPO InteraktifCilacap -Setelah diguncang gempa berkekuatan 6,3 skala richter, perairan Cilacap kembali digoyang gempa dengan kekuatan 5 skala richter, Selasa, 26 April 2011. 
Gempa ini tidak terlalu terasa seperti gempa yang pertama. “Gempa susulan tersebut terjadi pukul 14.24 siang,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Banjarnegara, Ahmad Lani, Selasa 26 April 2011.

Lani mengatakan, titik gempa berada di 8.46 derajat lintang selatan dan 108.36 derajat bujur timur atau 108 kilometer barat daya Cilacap. Ia menyebutkan kedalaman gempa mencapai 70 kilometer.

Satu jam sebelum gempa ini, perairan Cilacap juga digoyang gempa dengan kekuatan 6,3 skala richter. Lokasi gempa tersebut berada di 120 kilometer barat daya Cilacap dengan kedalaman 24 kilometer.


Rabu, 13 April 2011

Topeng Khatulistiwa

Ada yang lucu dari negeriku Indonesia


Orang bilang Indonesia kaya akan sumber daya…
Tapi kok masih banyak orang meminta – minta…
Orang bilang Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya…
Tapi kok masih banyak orang yang kelaparan di luar sana…

Dulu Indonesia terkenal sebagai macan asia…
Hmmm…
tapi sekarang mana taringmu yang kembali menganga…
Dulu Indonesia terkenal dengan hasil berasnya…
Hmmm…
tapi sekarang kok para petani banyak yang menderita..

Jika ku pikirkan kembali…
Ada yang lucu dengan negeriku Indonesia…
Ketika para rakyat mengeluh karena mahalnya harga…
Para wakil rakyat tampak asyik membangun gedung megahnya…

Jika ku renungkan kembali…
Ada yang lucu dengan negeriku Indonesia…
Ketika banyak orang merasa bisa menjadi artis ternama…
Dari mahasiswa, polisi hingga artis ibu kota…
Bisa terkenal karena aksinya yang menggila…

Saat ku lihat kembali…
Ada yang lucu dengan negeriku Indonesia…
Ketika ribuan orang berharap ada prestasi di sepak bola…
Justru segelintir orang mencoba menukangi untuk menguasainya…

Saat ku dengar kembali…
Ada yang lucu dengan negeriku Indonesia…
Ketika puluhan orang berstatus sarjana mengakhiri wisuda…
Tapi mereka berbondong – bondong mencari kerja…
Seakan mereka tak jauh beda denga lulusan SMA…

Maaf bukanya aku tak suka dengan negeri zamrud khatulistiwa…
Tapi aku rindu orang mengungkap cinta…
Tulus ikhlas untuk bangsanya…
Hanya sekedar tuk bilang “Aku Cinta Indonesia…”

Jika kita inginkan semua bukanlah khayalan belaka…
Kita masih punya banyak asa…
Hanya tuk mewujudkan sebuah mimpi cerita…
Hingga menggapai Indonesia yang lebih berjaya…

Kini saatnya Indonesia menunjukkan kualitasnya…
Bukankah kita ingin membuat anak cucu kita tertawa…
So, rajutlah benang asa penuh dengan cinta…
Tak perlu menunggu lama – lama…
Karena kita ingin melihat Indonesia lebih bercahaya…
Hingga akhir hayat kita…

Dan tak ada orang yang berkata…
Ada yang lucu dengan negeriku Indonesia…

Jumat, 01 April 2011

Ku Tahu Kadang Kau Cemburu



Ayah….
Kasih sayangmu beda…
Tak semanja perhatian ibu…
Yang dengan lirih menopangku…

Ayah…
Belaian cintamu beda…
Tak selembut tangan ibu…
Yang dengan merdu menyemangatiku…

Aku tahu…
Kadang kau marah…
Kadang kau membentakku…
Tapi aku juga tahu…
Ada cinta dalam ketegasanmu…

Aku tahu…
Kadang kau padu menyatu…
Kadang kau membatu…
Tapi aku juga tahu…
Ada kelembutan dalam keegoanmu…


Aku tahu…
Kadang kau lelah…
Kadang kau menderita…
Tapi aku tahu…
Ada tangis dalam dinginnya sikapmu…

Ayah…
Janganlah kau cemburu…
Saat kubuatkan puisi untuk Ibu…
Tapi…
Aku juga sayang dirimu…

Ayah…
Janganlah kau cemburu…
Ketika Rasul lebih menyuruh menghormati Ibu…
Tapi…
Aku tetap cinta dirimu…

Kan kupersembahkan senyum tulus ikhlas…
Tuk hari tuamu esok…
Tunggu aku untuk membalas semua pengorbannamu…
Ayah…


Bekasi, 29 maret 2011

Minggu, 27 Maret 2011

Uhibbuka fillah aku mencintaimu karena Allah


cerpen
jalan cinta sang mujahid


"Cinta adalah anugerah Allah...
Setidaknya Engkau yang menghadirkannya...
Biarkan kutitipkan rasa cinta ini hanya kepada-Mu...
Hingga suatu saat nanti...
Kuyakin ku kan mampu...
Menghadirkan senyumnya hanya karena-Mu..."


Cinta pergi…
Laksana ribuan jarum yang siap menghujam hatimu…
Cinta datang…
Bagaikan oase yang hadir pada sang musafir gurun…

Biarkan cinta terbang dan hinggap…
Seperti sang merpati yang mengais secerca rejeki…
Seakan hanya sebuah harap yang Allah hadirkan…
Tuk menemani langkah setiap insan menapaki jalan cinta-Nya…

Seakan sang anak panah kembali menemukan busurnya…
Laksana mata air berkelok melaju deras menuju hilirnya…
Sang cinta pun telah menemukan jalan takdirnya…
Dan Allah tlah menghadirkan cinta pada ketulusan jiwa manusia…

Sang cinta pun menemukan satu jalannya sendiri..
Tuk bersama menapaki jalan cinta Sang Ilahi…
Hingga senyum itu pun mengalir…
Karna cinta hadir dari satu anugerah…
atas rasa syukur dan ikhlas akan kehendak-Nya…

Dan…
Jika kau tanya siapa sosok yang Allah hadirkan…
Yang kutahu…
Allah kan hadirkan cinta yang tepat …
pada insan yang tepat…
Bagaikan sang cinta yang menemukan jalan takdirnya sendiri…

Rabu, 23 Maret 2011

Tak Perlu Kau Tunggu



Meskipun siang berganti dengan malam…
Dan hujan deras menyelingkupi sekalipun…
Tapi langit tak kan pernah gelap gulita menggerayangi…
Dan begitupun kasih sayang seorang ibu…
Tak kan habis termakan waktu…
Tak kan musnah termakan keadaan…

Hmm…
Enak kali ya, ketika kita lelah kecapekan… tinggal bilang satu kata “Ibu…”
Dan datang seorang tukang pijit membenahi urat nadi kita.
Enak kali ya, ketika kita kelaperan… tinggal bilang satu kata “mama…”
Dan datang seorang tukang masak membawakan menu spesialnya.
Enak kali ya, ketika kita kedingian… tinggal bilang satu kata “ummi…”
Dan dateng seorang bidadari membawakan selimut tebalnya.

Ingat betapa besar pengorbanan seorang ibu pada anaknya.
Jika dibandingkan dengan balas budi kita.
Tak lebih dari cukup kita melunasinya.
Bahkan dengan semua harta yang kau punya sekalipun.

So, tak perlu kau tunggu dirimu kaya…
Hingga kau mampu membahagiakannya.
Tak perlu kau tunggu dirimu tua…
Hingga kau mau menghadirkan senyumannya.
Tak perlu kau tunggu dirimu kuasa.
Hingga kau bisa membalas keletihannya.

Mengapa harus menunggu…
Jika dirimu ingin membalas pengorbanannya.
Berikan belaian cintamu.
Sebelum kau melihat jasadnya terbungkus kain putih.
Berikan perhatian sayangmu.
Sebelum waktu tlah mengubah takdirmu.
Hapuslah air matanya…
Hadirkan senyum bahagianya…
Tak perlu kau tunggu tuk bilang…
Aku sayang kamu Ibu…