Minggu, 30 Oktober 2011

MAAF… Jangan GANGGU Please…!!! Lagi GALAU nih…


STOP GALAU SEKARANG JUGA…
GALAU BERLANJUT DEKATI ALLAH
UBAH GALAUMU JADI SMANGADZMU..





Dedicated : special presents to GALAU’ers
Temanggung, 29 Oktober 2011

Catatan ini khusus kubuatkan bagi Loe pada yang ngerasa galau di hati…
Karena masalah yang datang menghampiri…
Atau karena banyak cinta dan harapan yang pergi…
Hingga terasa ada yang kurang enak sendiri…
Bingung mau menumpahkan segala emosi…
Dan akhirnya cuma bisa berdiam diri…

Biasanya sih muda – mudi yang sering tersakiti
Karena sindrom GALAU yang menyerang hati…
Karena banyak masalah yang datang silih berganti…
Pada saat mereka melakukan pencarian jati diri…
Meski kadang juga sering salah arti…
Hingga akhirnya suka bingung sendiri…

Bagi mahasiswa – mahasiswi yang nyusun skripsi…
Biasanya rasa GALAU sering menyerang diri…
Apalagi kalau hidupnya menyendiri…
Merenungi nasib di pojokkan kamar mandi…
Atau justru cuma berdiam diri…
Seakan dunia menghimpitmu penuh misteri…
Mendingan deketin Sang Ilahi…
Toh Dia yang Maha Memberi Rezeki…
Bersiap tuk membantumu di setiap lini…
Tak pernah lelah menuntunmu dengan pasti…

Bagi muda – mudi yang GALAU karena cinta…
Tak perlu lah merasa menderita…
Apalagi sampai terjun loncat dari atas menara…
Berharap dunia kan membawamu ke syurga…
Padahal kau telah melakukan dosa…
Mendingan kita deketi Sang Maha Cinta…
Yang selalu berbagi rejeki dan anugerah merata…
Pada semua makhluk – Nya…


Wahai para GALAU’ers yang di sana…
Mana SMANGADZ mudanya…
Tunjukkan pada dunia kalau kamu BISA…
Karena dunia tak pernah ikutan berduka…
Kala kau menderita…
Bangkitkan OPTIMIZ di jiwa…
Bak sebuah ombak yang kan menerjang batuan sekuat baja…
Mendebur lautan dangan ganasnya…

Wahai para GALAU’ers yang di sana…
Hapuslah kemurungan yang ada di dada…
Ingat dunia kan ikutan tertawa…
Kala kau riang gembira…
Tunjukkan prestasimu pada orang yang kau cinta…
Karena mereka akan ikutan bagagia…
Kala melihatmu sukses di depan mata…

Wahai muda – mudi di penjuru negeri…
Mari kita hapuskan kegalauan hati…
Toh setiap manusia punya masalahnya sendiri – sendiri…
Namun janganlah kita merasa tak ada yang menemani…
Karena Allah selalu membersamai…
Pada setiap jalan yang kita lalui…
Ada jalan kemudahan di setiap kesulitan…

Wahai muda – mudi di seluruh dunia…
Stop update status galau sekarang juga…
Sebelum kegalauan itu menyerang di ujung kepala…
Hingga menjalar ke seluruh raga…
Membuatmu terbutakan oleh keberadaan – Nya…
Karena ada Sang Maha Cinta…



GALAU (God Always Listening And Understanding)
Genjotkan SMANGADZmu 
Ayo Tunjukan Aksi Terbaikmu… 
Lihatlah Masa Depan yang Menunggumu… 
Ayunkan OPTIMZ dalam dada… 
Usahakan Sebaik Mungkin untuk Orang – Orang yang Kau Cinta…

Jumat, 28 Oktober 2011

Wahai Pemuda - Pemudi Indonesia (Sebuah Perenungan Introspeksi Diri)


Karena pemuda adalah masa depan bangsa





Dedikasikan untuk : Hari Sumpah Pemuda 2011
Temanggung, 27 November 2011


Wahai pemuda – pemudi Indonesia…
Tahukah delapan puluh tiga tahun yang lalu…
Kala para pemuda – pemudi Indonesia saling berjanji…
Tuk menyuarakan satu kesatuan dalam jiwa…

Dengan penuh harap dan perjuangan…
Mereka menghimpun semangat kesatuan…
Menggelorakan jiwa kemenangan…
Tuk menyatukan berbagai aspek pemuda dalam berbagai kalangan…
Hingga mereka menyorakkan satu keyakinan…

Wahai pemuda – pemudi bumi pertiwi…
Tahukah enam puluh enam tahun yang lalu…
Kala sang proklamator menyuarakan kesatuan aksi…
Tuk membentuk Bangsa Indonesia dalam satu rasa…

Dengan penuh harap dan perjuangan…
Mereka menghimpun semangat kemerdekaan…
Meneriakkan jiwa kebebasan…
Tuk memerangi diri dari berbagai macam bentuk penjajahan…
Dengan tak lupa berharap penuh pada Ar-Rahman…

Namun kini…
Lihatlah generasi reformasi…
Masih banyak rakyat miskin yang terlantarkan tak berarti…
Dalam tumpukan kehidupan yang menyayat hati…
Sememtara para wakil rakyat masih banyak yang pakai mobil mercy…


Dan sekarang…
Lihatlah generasi perjuangan…
Masih banyak pemuda – pemudi yang justru terjajahkan…
Seakan kita tak lagi menyadari bahwa kita lah armada masa depan…
Yang siap membuat suatu perubahan…
Menuju dunia yang semakin maju atau justru terobohkan…
Tinggal pilihan…

Wahai pemuda – pemudi Indonesia…
Bangunkan jiwamu…
Indonesia membutuhkanmu…
Tuk membangun bahtera masa depanmu…
Hingga menuju Indonesia yang lebih maju…

Wahai pemuda – pemudi Indonesia…
Bangunkan SMANGADmu…
Indonesia menginginkanmu…
Tuk menata tangga segala bidang aspekmu…
Hingga menuju Indonesia yang lebih bermutu…

Tak perlu harus menunggu menjadi presiden…
Tuk menjadi sosok yang siap membuat perubahan…
Tak perlu menunggu menjadi orang ternama…
Tuk menjadi sosok yang siap membuat asa…

Masing – masing kita adalah agen perubahan…
Yang siap membuat warna baru dalam kehidupan…
Masing – masing kita adalah calon pemimpin…
Yang siap mencurahkan senyum baru dalam cermin…

Wahai pemuda – pemudi kebanggaan…
Bangunlah mimpi kalian…
Buktikan cita dan angan kalian pada kenyataan…
Setidaknya dunia membutuhkan peran kalian…
Tuk membangun masa depan…

Wahai pemuda – pemudi harapan…
Perjuangkan angan kalian…
Tunjukkan cinta kalian pada negeri penuh tantangan…
Setidaknya Indonesia membutuhkan kalian…
Tuk memperbaiki segala bidang kehidupan…

Janganlah kalian galau hanya karena cinta semata…
Banyak pejuang – pejuang yang mati bertaruh nyawa…
Untuk memperjuangkan kemerdekaannya…
Apa kalian tak merasa malu dibuatnya…

Janganlah kalian cengeng hanya karena sinetron drama…
Banyak pahlawan – pahlawan harus mengembara…
Untuk memerangi para penjajah di sana…
Apa kalian tak merasa malu dibuatnya…

Kini saatnya kita tunjukkan diri…
Buat keluarga kalian bangga…
Buat lingkungan kalian bangga…
Buat dunia terpesona…
Karena kesuksesan kita…

Kini saatnya kita tunjukkan jiwa…
Kalau pemuda Indonesia tak pernah tidur…
Kalau pemuda Indonesia tak hanya bermimpi…
Karena kita punya aksi…

Tunjukkan pada dunia…
Ayo… Indonesia pasti bisa berubah…

Rabu, 26 Oktober 2011

Dokter – Dokter Kehidupan


Ada jalan di setiap masalah yang berdatangan



Terinspirasi oleh : obat dan vitamin kesehatan
Temanggung, 26 Oktober 2011

Kala HUJAN lebat menunda langkahmu untuk berlari…
Disitulah sejenak Allah mengingatkan kita akan TERANG benderang…
Ketika PANAS menyengat menunda suaramu untuk lantang…
Disitulah sejenak Allah mengingatkan kita akan SEJUK sepoi…
Saat SAKIT menunda perjuanganmu untuk bergerak…
Disitulah sejenak Allah mengingatkan kita akan SEHAT…
Allah sedang mengingatkan kita untuk BERSYUKUR di kala lapang…

Sobat…
Sejenak kita mungkin pernah merasakan perjuangan kita harus terhenti ketika tubuh kita harus merasakan sakit yang mendera. Hingga waktu terasa akan lebih difungsikan untuk memanjakan tubuh kita karena harus menerima perawatan yang lebih. Nah, disitulah kita mungkin akan mulai merasakan bahwa kita diingatkan untuk merawat fisik kita lebih teratur. Saat itulah Allah sedang mengingatkan kita akan waktu LUANG ketika keSEMPITan datang menghadang. Agar sejenak kita mulai bijak menggunakan fisik yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya ini.

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya adalah KESEHATAN dan KESEMPITAN (waktu).” H.R Al-Bukhari.

Yupz, banyak hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa ini. Namun, sejenak kita memang perlu berbuat lebih bijak dari satu per satu masalah yang datang silih berganti dalam kehidupan kita ini. Hingga pada akhirnya akan kita temukan manisnya perjuangan yang telah kita lalui ini.

Sobat…
Memang terasa sangat menyedihkan, ketika kita harus menunda perjuangan kita karena kondisi fisik yang lemas dan lunglai. Namun, disitulah kita mulai mengerti akan sebuah kenikmatan SEHAT yang Allah berikan di kala lapang. Sebuah kenikmatan luar biasa yang mungkin kadang lupa untuk kita syukuri.

Hikmah laen yang mungkin bisa kita terima adalah bahwa melalui sakit ini, sebagai menebus kesalahan – kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu. Agar kita sejenak lebih dekat pada – Nya. Sebuah waktu kecil hubungan kita pada Sang Pencipta. Sang Pemberi Nikmat Sehat.

Sebuah syair kucoba senandungkan untuk melengkapi note ini.


Allah hadirkan SAKIT diantara hari – hari kita yang gembira…
Sejenak membuat diri kita perlu bijak akan anugerah – Nya…
Akan waktu SEHAT selalu terjaga dalam diri kita…
Menjadi waktu yang sangat berharga…

Namun, janganlah kamu dirundung duka…
Ketika perjuanganmu harus tertunda…
Karena Allah sedang menunjukkan cinta…
Pada hamba – Nya…

Bersabarlah sejenak sahabat…
Ingatlah…
Ada sang mentari yang selalu menyinari di kala pagi…
Meskipun malam gelap menghadang langkahmu…
Ada sang pelangi yang datang menyapa di kala hujan…
Meskipun derasnya hujan menunda perjuanganmu…
Karena
Ada kemudahan di setiap kesulitan yang Allah beri…

Bersabarlah sejenak sahabat…
Seberapa pun PAHIT obat yang kau minum…
Ingat saja di kala MANIS kau ceria…
Seberapa pun BERAT kau berjuang…
Ingat saja di kala NIKMAT kau menempuhnya…

Tetap OPTIMIZ n SMANGADZ sobat…
Aku disini selalu menanti…
Senyumanmu… 

NB:
Bagi mas’e n mbak’e yg mungkin lagi tertunda langkah perjuangnya karena sakit. Mudah – mudahan diberikan kesembuhan n kecerian seperti sedia kala. “Syafakallah syifaan ajilan, syifaan layughadiru ba'dahu saqaman… Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit setelahnya.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Menanti Hujan Turun di Bulan Oktober


Kesabaran itu kan berbuah manis

Terinspirasi oleh:  musim hujan tahun ini
Temanggung, 23 Oktober 2011

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S Ar-Ruum : 41)

Hmmm… Bulan oktober 2011 ini musim kemarau belum jua berakhir. Masih ada beberapa tempat – tempat di Indonesia yang masih mengalami kelangkaan air. Masih ada orang – orang yang harus mengantri untuk sekedar mencari air bersih keperluan hidup mereka. Sementara di daerah laen justru telah kebanjiran air. Sebuah fenomena alam yang banyak memberikan kita hikmah bahwasanya kita perlu untuk menginstrospeksi kecintaan kita pada sang alam.

Di ujung dunia yang satu kemarau panjang melanda nyata…
Hingga membuat mereka terasa tercekik di dada…

Karena kehausan dan kelaparan yang melanda…
Sementara di ujung dunia lainnya…
Banjir bandang justru melanda…
Membuat perekonomian dan perdagangan terkendala…
Karena air bah yang menggenangi kota…
Semua tak luput karena ulah manusia…
Yang mulai tak lagi menyayangi alam semesta…
 

Yupz, kita tak akan banyak membahas mengenai fenomena alam ini. Secara teoritis seharusnya musim hujan di Indonesia sudah mulai terjadi pada bulan September lalu. Pada saat itu bertiuplah angin muson barat bertiup dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang bersifat basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Nahh, kalau di lihat secara teori tersebut bisa dikatakan kita memang sedang menanti hujan turun.
Sobat…

Mungkin sejenak kita bisa mengambil banyak hikmah dari peristiwa ini, ada banyak hal yang perlu kita persiapkan dalam kesabaran kita. Sebuah proses penantian yang tak hanya bisa kita lewatkan hanya dengan menunggu tanpa ada sikap apapun.

Bukankah sebelum hujan turun, kita perlu untuk mempersiapkan semuanya. Mulai dari melihat jemuran kita di luar, meneduhkan diri kita di tempat yang aman, atau justru hingga melakukan aktifitas bermanfaat sembari menanti hujan reda.

Hingga tanpa kita sadari penantian datangnya hujan mengajarkan kita banyak hikmah. Sejenak akan kugambarkan dalam sebait syair berikut

Kala kemarau panjang melanda bumi…
Membuat hujan turun begitu dinanti…

Seakan sebagai obat duka akan tangis dibumi…
Namun, disinilah Allah sedang menguji…
Kesabaran kita akan sebuah penantian rejeki…
Sembari terus berikhtiar sekuat diri…
Tuk menanti datangnya kemanangan di hati…

Nahhh… begitulah alam mengajarkan banyak hal untuk diri kita terus merengi hikmah luar biasa. Dalam proses penantian akan datangnya rejeki dan kesuksesan kita. Itulah waktu yang tepat kita untuk bisamemantaskan diri. Sebuah usaha semaksimal diri untuk menjadikan diri kita berhak mendapatkan kesuskesan kita. Agar ketika rejeki dan kesuksesan itu telah siap kita jemput, maka kita memang telah berhak untuk mendapatkannya.

“Jadikan diri kita pantas menjadi pribadi yang berhak Allah jadikan SUKSES… Dan kesuksesan itu akan datang dengan sendirinya”

Yupz. Proses penantian itu perlu kita nikmati sebagai sebuah proses kesabaran panjang kita. Bayangkan saja diri kita sedang berpuasa untuk menanti kedatangan kesuksesan. Tentunya tidak hanya dengan menunggu diam, namun dengan usaha semaksimal mungkin, tawakal, dan berharap penuh pinta pada Sang Maha Cinta, Allah SWT. Hingga akhirnya pada waktu berbuka kan kita rasakan kenikmatan yang luar biasa. (Alhamdulillah ya… sesuatu…) 

 “Jika kamu tetap sabar, maka ketentuan Allah tetap berjalan dan kamu mendapat pahala. Dan jika kamu tidak sabar, maka tetaplah berlaku ketetuan Allah, sedangkan kamu berdosa”. Umar bin Khattab

Jumat, 21 Oktober 2011

ANJING-ANJING NERAKA


Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

· Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
· Bacalah Al-Qur'an
· tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.
· Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
· Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.
· Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.
· Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

· Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.
· Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.
· Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."
Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."
Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"

Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."

tercipta untukmu #ungu



menatap indahnya senyuman diwajahmu
membuat ku terdiam dan terpaku
mengerti akan hadirnya cinta terindah
saat kau peluk mesra tubuhku

*courtesy of LirikLaguIndonesia.net

banyak kata
yang tak mampu kuungkapkan
kepada dirimu



reff:
aku ingin engkau slalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah
yang meyakiniku
kau tercipta untukku
sepanjang hidupku



aku ingin engkau slalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah
yang meyakiniku
kau tercipta untukku

meski waktu akan mampu
memanggil seluruh ragaku
ku ingin kau tau
kuslalu milikmu
yang mencintaimu
sepanjang hidupku



aku ingin engkau slalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah
yang meyakiniku
kau tercipta untukku

meski waktu akan mampu
memanggil seluruh ragaku
ku ingin kau tau
kuslalu milikmu
yang mencintaimu

RESHUFFLE




Kalau kau punya televisi…
Lihatlah sejenak berita – berita terkini…

Dan akhir – akhir ini…
Banyak berita tentang para pejabat yang saling berpindah berganti kursi…
Seakan kekuasaan seperti sedang di bagi – bagi…



Mulai dari para politisi…
Pegawai negeri, polisi, mahasiswa – mahasiswi, hingga para pedagang roti…
Semuanya nampka membicarakan berita tentang si kursi…
Mereka saling mempertanyakan akan nasib bangsa ini…
Di bawah kekuasaan sang pemimpin negeri…


Mungkin masih kita ingat di dalam memori…

Kemarin – kemarin tentang kisruh PSSI…
Para rakyat menuntut sang petinggi tuk diganti…
Penuh harap agar persepakbolaan negeri kan dapat diperbaiki…
Namun, kini setelah diganti…
Nampaknya rakyat belum bisa berpuas diri…
Karena kekalahan timnas masih saja terjadi…
Lalu siapa yang perlu disalahkan kini…?


Beberapa tahun yang lalu juga telah terjadi…

Kala presiden berganti…
Menteri pendidikan pun ikut berganti…
Namun, apa yang terjadi…
Kurikulum pendidikan kita ikutan berganti – ganti…
Hingga dua atau tiga kali…
Dan yang menjadi rugi…
Para siswa dan guru dibuat bingung sendiri…
Karena buku dan sistem pendidikan yang hanya berusia dini…


Dan kini…

Pak presiden sedang merombak susunan para menteri…
Berharap untuk memperbaiki strategi…
Dan kebobrokan negeri semakin terbaiki…
Memang semuanya menjadi hak sang pemimpin negeri…
Namun, seakan ada kepentingan golongan yang masih bersembunyi…
Di balik sosok presiden terpilih kini…
Yang sedang merong-rong dan mempengaruhi…
Kebijakan pak presiden agar bermanfaat untuk kepentingan golongan sendiri…
Hingga seakan mereka sedang berbagi – bagi kursi…
Antara koalisi atau oposisi…


Hmmm…

Dan bagi rakyat hanya bisa menanti…
Semoga kebijakan pak presiden benar – benar telah dipikirkan kini…
Untuk kebaikan negeri…
Dan juga kepentingan semua rakyat ini…


Kita hanya bisa berharap – harap cemas menanti…
Sembari berdoa penuh harap pada Sang Ilahi…
Sang Pemberi Rezeki…
Semoga negeri ini dipimpin oleh para petinggi negeri…
Yang tidak hanya memikirkan perutnya sendiri…
Namun juga kepentingan bangsa dan negeri…
Agar esok Indonesia semakin jaya kembali…
Menjadi negeri yang selalu diberkahi ridlo Ilahi…



#Semoga pemimpin negeri ini tidak hanya mereshuffle orang – orangnya saja. Namun benar – bener memilih dan memilah orang – orang pilihan yang tidak hanya baik mutu pendidikannya. Namun juga hati, rohani dan religinya. Pemipin – pemimpin negeri yang tak hanya menghantarkan kita ke perbaikan diri. Namun juga perbaikan mental dan menghantarkan kita menuju berkah Sang Maha Cinta, Allah SWT.

Kamis, 20 Oktober 2011

Dahlan Iskan, Anak Miskin yang Jadi Menteri


TRIBUNNEWS.COM/HERUDINDahlan Iskan

KOMPAS.com 
— Dahlan Iskan dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri BUMN. Dahlan yang juga wartawan senior ini sebelumnya sudah dipercaya SBY menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara.

SBY pun menyanjung Dahlan sukses membawa perbaikan di tubuh perusahaan setrum tersebut. Dan, penuh keyakinan, pemilik grup Jawa Pos ini diminta menjadi pucuk BUMN.

Siapa Dahlan Iskan? Pria yang logat bicarannya renyah itu lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951. Ada cerita unik mengenai tanggal kelahirannya tersebut. Ternyata orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Akhirnya Dahlan memilih tanggal 17 Agustus supaya mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dahlan Iskan kecil dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Meski demikian, desanya kental dengan nuansa religius.

Pada buku yang ditulis Dahlan Iskan setelah sukses menjalani cangkok hati di China, ia ceritakan kesusahan Dahlan Iskan sewaktu kecil. Ketika itu, ia hanya memiliki satu celana pendek dan satu baju dan satu sarung.

Dahlan memulai karier sebagai wartawan di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 1975 dengan menjadi reporter. Setahun kemudian, ia bergabung dengan majalah Tempo. Tak puas menjadi wartawan saja, tahun 1982 ia memimpin surat kabar Jawa Pos.


Berikut profile Dahlan Iskan.

Nama: Dahlan Iskan
Tempat, Tanggal Lahir: Magetan, 17 Agustus 1951
Pendidikan : Lulusan SMA
Karier: 1. (1975) Reporter surat kabar di Samarinda (Kalimantan Timur) 2. (1976) Wartawan majalahTempo 3. (1982) Memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang 4. (2009) Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) 5. (2009) Direktur Utama PLN


Berikut kekayaan Dahlan Iskan.

Terhitung sejak 30 Maret 2010, LHKPN KPK mencatat harta pemilik grup media Jawa Pos itu mencapai lebih dari Rp 48,8 miliar. Harta itu terdiri dari harta tidak bergerak senilai Rp 8,6 miliar berupa tanah dan bangunan, harta bergerak senilai Rp 2,5 miliar, surat berharga Rp 120 miliar, giro dan setara kas lainnya senilai Rp 19,9 miliar. Jumlah tersebut dikurangi utang Dahlan sebesar Rp 102,3 miliar. (Wahyu Aji)

source
http://nasional.kompas.com/read/2011/10/19/07435355/Dahlan.Iskan.Anak.Miskin.yang.Jadi.Menteri

Minggu, 16 Oktober 2011

MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH


Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya."
Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."

Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah."

Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.

Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.

Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.

1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia.
3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :

1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.

2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.

3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.

4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.

5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

Good Bye My Diary


Sahabat Setia Sejati Selalu Setia Selamanya

Terinspirasi oleh : sahabat
Yogyakarta, 16 Oktober 2011

Makna persahabatan memang luar biasa, banyak kisah dan inspirasi yang kita maknai dari sebuah cerita persahabatan. Ada sepenggal cerita yang kucoba senandungkan dari makna persahabatan…

Duluu…
Buku bersampul biru itu selalu menemani di setiap malamku…
Dengan sebuah pena hitam berpita pink…
Sekan sebagai sahabat setia yang menemani perasaan – perasaanku…
Sebagai teman setia yang membawaku ke kereta mimpi…

Tiap kali ku bersedih…
Ku tuliskan air mataku disecarik kertas putih itu…
Hingga penuh dengan kata – kata putus asa…
Dan sebuah tanda “ >_< ” kesedihan…

Dan acap kali hari berganti dengan tawa…
Seakan buku diaryku ikut bernyanyi…
Menyenandungkan hati dan senangnya jiwa…
Seakan aku ingin mengajaknya bergembira…

Hingga ketika hatiku di balut cinta…
Banyak tanda hati yang tersaji penuh warna…
Seakan menggambarkan hatiku yang terpanah asmara…
Mengubah duniaku menjadi lebih ceria…

Tapi semua itu tinggalah kenanganku…
Hingga buku bersampul biru itu pun tak lagi kusapa…
Karena aku punya sahabat – sahabatku…
Yang kan selalu menemani di setiap rasa…

Bukannya ku tak lagi punya cerita…
Tuk kubagi ke lembar demi lembarnya…
Tapi kini ku punya banyak hal tuk kubagi…
Sahabat -  sahabat yang selalu menemani…

Dan kini…
Ada sahabat yang kan menggantikannya…
Tak hanya menjadi pendengar setia di kala ku bercerita…
Namun, ada masukan di setiap makna yang ku rasa…
Hingga tawa dan air mata pun tak lagi kurasa hampa…

Sahabat…
Hadir sebagai bukti cinta Allah pada hamba – Nya…
Yang datang silih berganti mengisi luang lingkup kehidupan…
Seakan bagaikan jalan pertolongan Allah pada kita semua…

Begitulah luar biasa makna persahabatan sebagai tempat saling berbagi cerita kesedihan, kegembiraan, dan kebersamaan. Hingga semuanya terasa menjadi saling menjaga, mengingatkan, dan berbagi inspirasi.
Hmmm… ini ceritanya… bagaimana ceritamu…