Sabtu, 28 April 2012

Teori Fisika Hawking, Mengungkap Perjalanan Isra Rasulullah SAW

Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.


Stephen Hawking

Teori Lubang Cacing
Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.

Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).

Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.

Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.

Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.

Berdasarkan teori Roger Penrose :


“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“
Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :
Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.

Dalam kondisi singularitas awal jagat raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.

Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagat raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya.

Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.

Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.

Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.




Ilustrasi Lubang Cacing

Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.

Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya.


Dalam bahasa ilmu kalam :


“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”
Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam).
Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra’ dan Mi’raj.




Dari sinilah Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT ke langit.
Sebagaimana firman Allah :


Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .
(QS. An Najm / 53:13-15)Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Isra, Teori Hawking dengan “Lubang Cacing”-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagat Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.

Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing” semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).

Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang).

Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :


1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.

2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).

3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.
WaLLahu a’lamu bisshawab…
Sumber :
kanzunqalam.wordpress.com

Minggu, 22 April 2012

SKRIPSI


Teruslah berjuang atau kau kan menjadi yang terbuang…


Karawang, 04 Maret 2012






















Jika kau merasa galau karena skripsi…
Bingung menghadapi dosen yang kadang susah dicari…
Atau justru harus berhadapan dengan alat tugas akhir yang kadang rewel sendiri…
Itu wajar…
Karena itulah masa akhir penantianmu…

Jika kau merasa bimbang karena skripsi…
Bingung menyelesaikan kata demi kata dalam laporan…
Atau materi laporan yang tersaji membuatmu pusing tujuh keliling…
Itu wajar…
Karena itulah masa akhir perjuanganmu…

Sahabat…
Tengoklah sang mentari yang bersinar…
Bukankah dia akan nampak indah kala terbenam…
Menyeringai indah dibalik awan yang menggumpul…
Hingga sinar merahnya bak permadani indah yang menawan…

Namun tak semuanya kan terlihat menakjubkan…
Karena kadang mendung datang membuyarkan pandangan…
Hingga hanya menyisakan awan tebal atau justru hujan yang berjatuhan…

Tapi semua itu adalah pilihanmu…
Termasuk juga skripsimu…

Kala dosen memberikanmu tantangan untuk membatasi keinginannnya…
Hingga membuat banyak kertas terbuang tak berfungsi…
Karena sering – seringnya revisi…
Jangan sampai frustasi…
Apalagi sampai bunuh diri…
Hanya gara – gara skripsi…

Tetaplah SMANGADZ berjuang hingga nanti…
Jangan sampai kau berhenti berjuang karena hal ini…
Karena ini hanyalah sejenak dari perjuanganmu…
Yang kan mengantarkan ke masa depanmu…

Tetaplah OPTIMIZ berjuang hingga akhir…
Jangan sampai kau berhenti di tengah perjuangan…
Karena itu hanya akan membuang impianmu…
Yang kan mengantarkan ke cita – citamu…

Bisa jadi perjuangan selama kuliahmu sepanjang itu…
Hanya ditentukan oleh akhir semestermu…
Tetapi tetap teguhkan perjuanganmu…
Karena itu akan jadi pilihanmu…


Mana yang akan kau pilih…
Menjadi pemenang atau justru menjadi yang terbuang…??

Tetap SMANGADZ…
Tetap OPTIMIZ…

Minggu, 15 April 2012

KEJUJURAN SEORANG SAUDAGAR PERMATA


Pada suatu hari, seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya kerana ia akan keluar solat. Ketika itu datanglah seorang badwi yang hendak membeli perhiasan di kedai itu. Maka terjadilah jual beli di antara badwi itu dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya tadi.
Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya empat ratus dirham. Saudara kepada Yunus menunjukkan suatu barang yang sebetulnya harga dua ratus dirham. Barang tersebut dibeli oleh badwi tadi tanpa diminta mengurangkan harganya tadi. Ditengah jalan, dia terserempak dengan Yunus bin Ubaid. Yunus bin Ubaid lalu bertanya kepada si badwi yang membawa barang perhiasan yang dibeli dari kedainya tadi. Sememangnya dia mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Saudagar Yunus bertanya kepada badwi itu, "Berapakah harga barang ini kamu beli?"

Badwi itu menjawab, "Empat ratus dirham."
"Tetapi harga sebenarnya cuma dua ratus dirham sahaja. Mari ke kedai saya supaya saya dapat kembalikan wang selebihnya kepada saudara." Kata saudagar Yunus lagi.
"Biarlah, ia tidak perlu. Aku telah merasa senang dan beruntung dengan harga yang empat ratus dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah lima ratus dirham."
Tetapi saudagar Yunus itu tidak mahu melepaskan badwi itu pergi. Didesaknya juga agar badwi tersebut balik ke kedainya dan bila tiba dikembalikan wang baki kepada badwi itu. Setelah badwi itu beredar, berkatalah saudagar Yunus kepada saudaranya, "Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?" Marah saudagar Yunus lagi.

"Tetapi dia sendiri yang mahu membelinya dengan harga empat ratus dirham." Saudaranya cuba mempertahankan bahawa dia dipihak yang benar.
Kata saudagar Yunus lagi, "Ya, tetapi di atas belakang kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri."
Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi peniaga-peniaga kita yang beriman, amatlah tepat. Kerana ini menunjukkan peribadi seorang peniaga yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram kerana tidak ada penipuan dalam perniagaan.

Dalam hal ini Rasulullah S.A.W bersabda, "Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas dan memberi rezeki dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntut aku lantaran menzalimi di jiwa atau diharga." (Diriwayat lima imam kecuali imam Nasa'i)

Citra Scholastika - Pasti Bisa



beri semangat baru tuk jiwaku 
temani aku dalam kesendirian ini 
ku bertahan 
mentari terbenam temani dalam kesepianku 
beri kenangan dalam hidupku ini 
ku bertahan 

aku pasti bisa 
melewati semua dan menghadapinya 
aku yakin pasti bisa 
beri semangat baru tuk jiwaku 
beri kejutan dalam hidupku ini 
ku bertahan 
aku pasti bisa 
melewati semua dan menghadapinya 
aku yakin pasti bisa 

aku pasti bisa 
menghadapi dan menghadapinya 
aku yakin pasti bisa 
aku ingin engkau akan menemaniku 
dan ku jalani hidupku dengan senyuman 
aku pasti bisa 
menghadapi dan menghadapinya 
aku yakin pasti bisa 
dan ku jalani hidupku dengan senyuman

Segenggam Rindu di Ujung Senja Jakarta


Terinspirasi oleh :  senja kota metropilitan
Karawang, 15 April 2012


Di ujung kota ini aku terdiam…
Menatap sang surya yang kan tenggalam…
Di balik peraduan alam…
Menyisakan sebuah rindu tergenggam…

Di balik gedung – gedung tinggi menjulang…
Menatap keindahan alam yang terhalang…
Dibalik awan – awan yang pergi dan datang…
Menyisakan sebuah rindu menyerang…

Kurasakan ada sebuah cerita yang kurasa berbeda…
Akan ketidakberadaanmu dalam perjalanan yang ku lalui…
Hingga ada sebuah kerinduan di dada…
Akan kebersamaan saling mengisi…

Aku hanya perlu menatap sang awan yang menghalang…
Tuk tetap berjuang…
Melawan kota metropolitan yang siap menerjang…
Bertahan tuk tetap tegar laksana batuan karang…

Senja…
Sampaikan salam rindu ini…
Bahwa aku baik – baik saja…
Di balik terjangan ibu kota…

Senja…
Sampaikan kabarku ini…
Bahwa aku slalu mengingatnya…
Di balik pikiran suntuk ibu kota…

Tunggulah sejenak…
Hingga sang senja kan berubah menjadi dewi malam…
Dan janganlah beranjak…
Akan sebuah rindu yang telah tergenggam…

Sahabat…
Aku samapaikan rinduku pada Sang Senja…
Berharap kau kan melihatnya di tempat yang berbeda…
Tuk sejenak menanyakanmu akan kabar yang kau rasa…
Hingga nanti kan kulihat senyum itu…
Merekah dalam bibir dan hatimu…

Sahabat…
Aku ingin melihatmu menangis…
Tapi BUKAN tangis KESEDIHAN melainkan KEBAHAGIAAN…
Sahabat…
Aku tidak ingin melihatmu tersenyum…
Kalau hanya SENYUM di BIBIRmu bukan di HATIMU…

Minggu, 01 April 2012

Kios Bensin Kejujuran

TRIBUNJATIM.COM,KEDIRI- Pemilik kios bensin kejujuran Abdul Mukti Muraharjo (53) warga Jl Veteran, Kota Kediri, Jawa Timur menerima penghargaan PWI Award dari PWI Perwakilan Kediri. Penyerahan piala dilakukan bersamaan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) PWI Kediri di IKCC Insumo, Kamis (1/3/2012).


Abdul Mukti Muraharjo sehari-hari membuka kios bensin di depan rumahnya. Hanya saja kios itu tidak ditunggui, tapi pembelinya diminta mengambil dan membayar sendiri di kaleng yang telah disiapkan.

Saat menyampaikan pidato usai menerima penghargaan, Abdul Mukti mengaku sejak membuka kios bensin pada September 2011 selalu merugi. Masalahnya, banyak pembeli yang tidak mau membayar, bahkan membawa kabur botol berikut isinya. 

“Kami pernah menerima pembayaran dengan uang palsu dan uang mainan,” keluhnya.

Bapak tiga anak itu mengaku gembira menerima penghargaan karena upayanya membuka kios bensin kejujuran. 

“Maksud kami membuka kios bensin kejujuran untuk membantu masyarakat yang kehabisan bensin serta menumbuhkan kejujuran di masyarakat,” ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya kejujuran, di masa mendatang tidak ada lagi kasus korupsi di Indonesia.

“Pemberantasan korupsi selama ini tidak menyentuh akar masalahannya, jadinya hanya memotong rantingnya yang kemudian muncul lagi kasus korupsinya,” tambahnya.

Abdul Mukti berharap pemberantasan korupsi dilakukan  dengan menumbuhkan kejujuran di kalangan pelajar. Dengan upaya itu pemberantasan korupsi dimulai dari akarnya.

“Kalau generasi muda kita jujur, tidak ada lagi kasus korupsi di Indonesia,” paparnya yang disambut aplaus ratusan undangan.

Semenjak kios bensinya banyak diekspos media massa, sudah beberapa kali Abdul Mukti diundang talk show di sejumlah TV. Malahan sejumlah pemirsa yang bersimpati juga memberikan bantuan modal.

Selain Abdul Mukti, penghargaan PWI Award juga diberikan kepada Faisal, pelajar SMAN 2 Kota Kediri yang meraih medali emas Olimpiade Kebumian. Dari perusahaan PT Gudang Garam Tbk, serta dari instansi RS Bhayangkara Kota Kediri dan perorangan Wali Kota Kediri dr Samsul Ashar.

Puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Kediri juga digelar seminar mengupas Konflik sosial keagamaan dengan nara sumber Wakil Gubernur Saifullah Yusuf dan Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro.


source:
http://jatim.tribunnews.com/2012/03/02/terus-merugi-pemilik-kios-bensin-kejujuran-terima-award

Minggu, 04 Maret 2012

Negeri 5 Menara



Negeri 5 Menara adalah sebuah trilogi, yang terdiri dari 3 novel yang saling bersambung. Novel pertama adalah "Negeri 5 Menara", yang kedua adalah "Ranah 3 Warna" dan yang ketiga sedang dalam proses penulisan. Judulnya nanti akan mengandung unsur angka 1.

Buku 1: Negeri 5 Menara
Buku ini ditulis dengan syukur, respek dan terima kasih. Kepada Tuhan, kepada orang tua dan handai tolan, dan kepada setiap orang yang telah menanam kebaikan dalam hidupnya.
"Negeri 5 Menara” adalah buku pertama dari rencana trilogi. Buku ini berniat merayakan sebuah pengalaman menikmati atmosfir pendidikan yang sangat inspiratif. Semoga buku ini bisa membukakan mata dan hati pembaca.  Dan menebarkan inspirasi ke segala penjuru.
Salah satu pesan utama novel ini adalah "man jadda wajada" sebuah pepatah Arab yang berarti "siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses". Pengalaman para tokoh di novel ini mengajarkan mereka bahwa apa pun mungkin diraih selama didukung usaha dan doa. Jangan pernah remehkan mimpi, setinggi apa pun. Sungguh Tuhan Maha mendengar.
Sebagian royalti diniatkan untuk merintis Komunitas Menara, sebuah organisasi sosial berbasis relawan (volunteer) yang menyediakan sekolah, perpustakaan, rumah sakit, dan dapur umum secara gratis buat kalangan yang tidak mampu.




source:
http://negeri5menara.com/index.php/tentang-novel

Persahabatan Jari Kelingking


Persahabatan jari kelingking… meskipun ia kecil… tapi ia kan memegang erat…



Terinspirasi oleh :  jari kelingking
Karawang, 02 Maret 2012

Masih ingatkah dirimu…
Kala kita kecil, kau bikin diriku menangis menderu…
Karena kau telah rebut mainan kesukaanku…
Hingga aku hanya bisa manangis menggebu – gebu…
Karena kau hanya tertawa meninggalkaku…

Hingga kala usia remaja mulai berjumpa…
Membuat fisikku tumbuh semakin dewasa…
Waktu itu kau kembali berulah membuatku sedih terasa…
Dengan mencorat – coret buku tugas sekolahku hingga tak berupa…
Hanya membuatku kesal dan marah di jiwa…

Kini sosokku telah benar – benar dewasa…
Dan kau pun tak lagi menjadi sosok anak kecil yang pantas dimanja…
Saat kuingat cerita tentang kita…
Mengingatkan akan banyak cerita…
Duka, lara bebuah air mata…
Senyum, tawa menyisakan kegelian terasa…
Seakan bak cerita kehidupan yang selalu berganti – ganti…

Aku hanya mampu tersenyum malu mengingat cerita – cerita kita…
Akan tawa, bahagia, tangis dan luka yang pernah kita rasa…
Kini hanya akan meninggalkan sebuah kerinduan di jiwa…
Akan makna persahabatan yang telah kita lalui bersama…
Mungkin tak kan pernah ada yang meminta…
Kita aka bersahabat dengan siapa?
Tua, muda, laki, ataupun wanita…
Ayah, Ibu, adik, kakak, teman, bahkan saudara…
Semuanya Allah hadirkan dari kasih sayang-Nya…
Melalui sosok – sosok yang dekat dengan diri kita…

Aku hanya bisa meminta pada Sang Kuasa…
Layaknya persahabatan jari kelingking…
Yang memegang erat satu sama lainnya…
Tuk sejenak saling berbagi motivasi dan cerita…
Menjalani perjuangan dan tantangan menghadang…

Ya Allah… Ya Rabbi…
Terima kasih untuk cerita – cerita yang telah kau hadirkan…
Aku hanya merasakan…
Bahwa dirimu masih memberikan kesempatan bagi sosokku ini…
Tuk tetap tegar dalam menjalani tantangan kehidupan…

Terima kasih sahabat – sahabatku…
Terima kasih Ya Allah…

Teruslah genggam erat tanganku…
Sebagai penguat dan motivasi penguat…
Tuk hadapi tantangan di hari esok yang kan menghadang…
Karena ini bukan cerita ku semata…
tapi ini cerita kita…
Sebagai anugerah Allah pada hamba – hamba – Nya…
Melalui orang – orang terdekat kita… 

Minggu, 19 Februari 2012

Surat Cinta Untukmu Sahabat



Assalamu ‘alakum sahabat…
Semoga saat engkau membaca surat ini, engkau dalam keadaan tersenyum. Kerana Allah telah menghadirkan kembali rasa sayang serta KasihNya padamu. rasa yang sama saat kita bersama dulu, menjalani hari – hari penuh lelah, merangkai senyum dalam keletihan. Namun, kita menghimpunnya dalam suasana penuh cinta.

Sahabatku.
Sekali lagi aku menyapamu, untuk sebuah rasa rinduku padamu. Apa kabarmu hari ini? Dari tempat aku menulis sepucuk surat ini, aku selalu berdoa dalam segenap hatiku, agar engkau di sana tetap teguh dalam keimanan, dan Allah tak pernah hentinya mencurahkan RahmatNya padamu.

Sahabat…
Pernahkah kau berpikir mengapa Allah mempertemukan kita? Adakah semua kenangan indah yang kita alami terjadi begitu saja. Aku tak kuasa membendung butiran cinta bila merenungi semua ini. Semalam di sepertiga malamku, ku curahkan segenap rinduku pada Sang Pemberi Cinta, kerana aku tahu padaNya lah bermula rasa rinduku padamu. dan tak lupa sebait doa ku lantunkan di sepertiga malam ku itu, agar kau selalu dalam naunganNya.

Sahabat….
Terakhir kali kala kita akan berpisah, sebenarnya aku benar – benar tak kuasa melepasmu, kenangan - kenangan manis yang telah lama kita jalin, rasanya terlalu erat untuk diuraikan. Tapi senyummu ketika itu, mengisyaratkan agar aku tetap tabah. Hingga kini bila jiwaku terasa sunyi wajah ceriamu selalu hadir. Seolah engkau benar – benar ada di sampingku. Menghiburku dengan cerita – cerita indah dari syurga, cerita tentang orang – orang yang selalu dikasihi Allah kerana saling mencintai keranaNya.

Sahabat…
Suatu kali saat cahaya senja menaungiku di bibir pantai, aku termenung sambil menatap riak – riak air laut yang tenang. membiarkan angin dengan lembutnya menerpa wajahku. Mengusikku, yang kala itu sedang terkenang akan dirimu. Dan butiran beningpun kembali mengalir, sesekali riak – riak air laut menggodaku, menyentuh kakiku yang tak beralas.

Sahabatku, yang jiwamu selalu terpancar cahaya keimanan
Bila bisa memilih, aku ingin selalu setia bersamamu, mendengarkan cerita – cerita indahmu, atau menghiburmu kala kau sedang berduka. Tapi, aku mengerti bahwa sang Khaliq telah menyiapkan skenario terindahnya untuk kita, sehingga Tak ku risaukan lagi apapun takdir Tuhan tentang kita nantinya, bisa mengenalmu saja aku sudah sangat bersyukur. Aku bersyukur kerana Allah telah menghadirkan dirimu pada sepotong mozaik hidupku yang singkat ini. Sepotong kenangan indah bersamamu, mampu mencerahkan setiap langkahku.

Sahabat….
Sepucuk Surat yang engkau genggam ini, ku tulis dengan hati yang bergetar. Setiap untaian katanya adalah kuntum – kuntum rinduku padamu. aku menulisnya dengan perasaan yang sama saat kita meguncapkan janji – janji suci, bahwa kita akan bertemu kembali di tempat terindahNya, syurga firdaus. Kini, saat kita tak bersama lagi. Hanya janji suci itulah yang menguatkan aku, mengiringi langkahku dalam merangkai cita –cita.

Sahabatku,
Semenjak kita berpisah, aku telah mengenal banyak orang, bertemu bermacam rupa manusia. Namun, tak kutemukan satupun perasaan yang sama saat bersamamu. Ada kehangatan jiwa yang ku rasakan, saat kita menertawakan kebodohan
 kita sendiri, kau telah mengajari aku bagaimana cara agar kita tetap tersenyum, meski takdir terasa pahit.

Sahabatku…
Ku harap engkau selalu dalam kebaikan, jagalah selalu shalatmu, tilawahmu, serta lisanmu. Sehingga para malaikat menyaksikan engkau sebagai hambaNya yang sempurna dalam keimanan. Sahabatku, ku harap pula agar engkau selalu menjaga akhlakmu di manapun engkau berada, serta kepada siapapun, kepada orang yang muda ataupun tua, bahkan kepada orang – orang yang membencimu sekalipun.
Begitu juga diriku, ku mohon agar engkau selalu mendoakanku. Agar kita bisa menjadi pribadi yang menawan kerana akhlak dan ilmu.

Sahabatku..
Seterjal apapun perjalan yang kau tempuh, sepahit apapun kisah yang kau rasa. Ku mohon padamu, janganlah pernah berpaling dari cahayaNya. Yakinlah, bahwa engkau tak pernah sendiri, Allah dengan segala kemurahanNya akan selalu membimbingmu, asal dirimu selalu menjaga waktu untuk selalu dekat padaNya.

Sahabatku yang hatinya selalu terpancar cahaya Illahi, selalu ada ruang dihatiku untukmu, kerana kau telah terlebih dahulu membesarkan hatiku. Dan aku berharap semoga kita bertemu kembali walau di tempat dan waktu yang berbeza, namun masih ada cinta di sana.

Sahabatku, yang kerana Allah aku merindukanmu.
Inilah sepucuk surat yang ku tulis untukmu, ku tulis dengan hati yang ikhlas, dengan jiwa yang basah. Semoga setelah engkau membacanya, semakin terjalinlah rasa persahabatan kita. Dan semakin semangat pula ikhtiar kita menuju jalanNya. Semoga Allah menghimpun kita di taman – taman surganya, seperti janji suci yang telah kita ikrarkan.

Wassalam

source from:  

Sebiru Hari Ini



Album : Sepotong Episode
Munsyid : Edcoustic
http://liriknasyid.com






Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita, bersama di sini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah


reff:
Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan terpisah
Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini


Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

intro

reff 2x

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

Sang Senja pun Seakan Ingin Berkisah


Sang Maha Cinta…



Terinspirasi oleh :  sang mentari senja di depan pandangan
Dedicated : Mahasiswa semester akhir yang tergalaukan
Karawang, 19 januari 2012

Aku berhenti di ujung perjalananku…
Sejenak tuk menyaksikan keindahan surya yang menyapa…
Dari atas jembatan yang terurai aliran air membelahnya…
Ku rasakan ada sang mentari yang malu – malu menyurutkan pandang…

Sore itu…
Sang mentari terbenam dari pantauan…
Sejenak mengingatkanku…
Akan kuasa dan anugerah yang telah Allah berikan…
Dari beragam hikmah dan cara yang Dia sampaikan…

Senja itu…
Sang mentari tampak malu – malu menyapa…
Sesaat menjagaku…
Akan hikmah Sang Maha Cinta…
Bahwa hidup di dunia adalah sebuah perjalanan terbatasi waktu…

Hari ini…
Aku beranjak lebih dewasa…
Umur dan usia semakin bertambah…
Menyajikan diriku dengan beragam cerita dan rasa…
Tawa, air mata, canda, duka dan bahagia…
Telah ku lalui selama ini…

Hari ini…
Sisa usiaku semakin berkurang…
Dengan banyak waktu yang kadang terbuang percuma…
Membuatku terlalu asyik dengan kehidupan dunia…
Hingga tak terasa perjalanan waktuku telah berlalu sejauh ini…

Ya Allah Ya Rabbi…
Terima kasih untuk pelajaran di senja ini..
Yang mengingatkanku akan anugerah – Mu…
Ya Allah Ya Ilahi…
Terima kasih untuk rahmat dalam kehidupanku…
Yang telah banyak memberiku kesempatan tuk berjuang…
Kini Kau kembali menyadarkanku…
Akan sang mentari senja yang sungguh mempesona hati…
Dengan begitu indah menyejukkan hati…
Seakan ingin bercerita…
Akan akhir penantian yang begitu mempesona…
Setelah perjuangan panjang yang melelahkan…

Kini Kau kembali mengingatkanku…
Akan sang senja yang begitu termuliakan…
Dengan begitu syahdunya membahagiakan…
Seakan ingin membagikan cerita tersimpan…
Tentang akhir kehidupan…
Pejuangan dan SMANGADZ tuk sebuah senyuman…
Alhamdulillah…
Rasa syukur atas nikmat yang telah Kau berikan…
Cinta dari-Mu…
Dan cinta yang Kau berikan melalui orang – orang disekelilingku…
Terima kasih Ya Allah…

Alahamdulillah…

NB: Bagaikan sebuah perang... perjuanganmu paling berharga adalah saat akhir perang... karena itulah yang menentukan, apakah dirimu akan menang, atau justru akan terbuang karena kekalahanmu...Teruntuk mahasiswa tingkat akhir yang kebingungan dan tergalaukan karena skripsi dan tugas akhir. Santaiah sejenak.. Ingat perjuanganmu.. Sejauh ini langkahmu menerjang... dan kan menjadi pilihanmu... tuk terus maju atau tersingkirkan...SMANGADZ hadapi perjuangan sampai akhir... 

Minggu, 12 Februari 2012

KASIH SAYANG ALLAH S.W.T


Seorang lelaki dikenal sangat giat beribadah. Sayangnya ia selalu membuat orang menjadi putus asa terhadap kasih sayang Allah. Hal itu dilakukan sampai ia menemukan ajalnya.
Dalam riwayat itu dikatakan, setelah lelaki itu mati lalu menuntut kepada Tuhan dari kekhusyukan ibadahnya selama di dunia, "Tuhanku, apakah kebahagiaanku di sisi-Mu?"
"Neraka," jawab Allah.
"Tuhan, lalu di mana balasan dari kerajinan ibadahku?" tanya lelaki itu kehairanan.
"Bagaimana boleh. Di dunia engkau selalu membuat orang berputus asa terhadap kasih-sayang-Ku, maka hari ini Aku juga membuat engkau putus asa terhadap kasih sayang-Ku," jawab Allah.

Di dalam besi tua ini ku temukan cerita


Karena setiap kehidupan tak kan pernah lepas dari hikmah cerita – Nya…



Terinspirasi oleh :  perjalanan di dalam gerbong kereta api
Karawang, 10 Februari 2012

Bukan…
Itu bukan sekedar cerita tentang besi berusia puluhan tahun...
Bukan…
Itu bukan pula cerita tentang karat tua yang menempelnya…
Bukan…
Itu tak bercerita tentang sosoknya yang berisik dan menggaggu keheningan…

Namun…
Ini tentang cerita di dalamnya…
Bahwa di dalamnya lah ku temukan ceritanya…
Karena aku telah mersakannya…
Ini bukan sekedar cerita biasa..
tapi banyak hikmah yang ku temukan di dalamnya…

Ada cerita tentang kerinduan seseorang dengan yang ia kunjungi…
Hingga perjalanan ini pun menjadi sebuah penantian panjang…
Untuk menunggu saatnya tiba…
Bertemu dengan keluarga, sahabat, atau teman yang ia cinta…

Bukan hanya itu…
Ada cerita tentang penjual minuman dan makanan…
yang rela menjanjakan jualan hingga malam hari tiba…
Seakan perjuangan mereka tiada henti setiap harinya…
Hanya tuk sekedar mencari sesuap nasi kebutuhan keluarga…

Para peminta – minta…
Menggendong anak dengan muka memelas…
Para pengamen anak yang membagikan amplop putihnya…
Hingga ada yang dengan sedikit memaksa…

Ataupun san penyapu tiap gerbong yang menenteng sapu kecilnya…
Menjalani tiap gerbong supaya bersih…
Rela berguling – guling di tengah kerumunan…
Hanya tuk mencari sedekah sedapatnya…

Ada pula sang penjaja mainan, tas, parfum hingga kacamata…
Seakan di dalam kereta bukan hanya sekedar sebuah perjalanan semata…
Tapi ada pula cerita tentang tawa, air mata, sedih, senang…
Kerinduan, kegelisahan, dan ketakwaan…

Begitu pula dengan asyiknya pemandangan yang di jumpa…
Mulai dari pematang sawah yang menghijau…
naik turun bukit yang melintang…
Hingga kekumuhan ibukota yang disapa…
Seakan mengisahkan cerita tentang dunia…
Ada orang kaya dan juga orang kurang kaya…

Inilah cerita yang ku temukan…
Karena bukan sekedar cerita tentang besi tua belaka…
Ada cerita menakajubkan di dalamnya…
Seakan ingin berkisah…
Kalo ada seribu makna di dalamnya…
Tentang orang – orang yang hidup karenanya…

Sabtu, 28 Januari 2012

HIKMAH MENINGGALKAN CAKAP BOHONG


Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata :
"Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu sahaja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Mahukah engkau berjanji bahawa engkau sanggup meninggalkan cakap bohong?"
"Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.

Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.
Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :
"Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu."



Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.
"Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawapan kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya" bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :
"Kalau aku berbohong kepada Rasulullah bererti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku bercakap benar bererti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan....sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga."

Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.

Jumat, 27 Januari 2012

Oase di Padang Pasir


Ada secerca mentari di balik gemerlayut mendung yang melingkupi…




Terinspirasi oleh :  masjid di tengah keramain kota metropilitan
Kebon Jeruk, 23 Januari 2012

Mengais setetes embun di tengah gurun pasir…
Bak seluas samudra di tengah kering kerontangnya tenggorokan…
Baru kurasakan nikmatnya air…
Membasahi tetes demi tetes kegelisahan dalam dada…

Mencari setitik api dalam dinginnya udara kutub…
Bak sehangat mentari di tengah gelapnya langit malam…
Baru kurasakan nikmatnya api…
Menghangatkan lapisan pori – pori kulit yang menyempit…

Apakah dunia hanya kan seperti sang rembulan…
Yang hanya nampak indah dari kejauhan…
Namun, banyak kekurangan jika kau mendekatinya…
Seakan banyak tipuan yang kau temukan…

Atau justru dunia bagaikan sang rumput ilalang…
Yang begitu luas terhampar di tepian padang…
Hingga terserah pada dirimu yang akan kau cari…
Apakah hanya sekedar rumput ilalang…
ataukah serumpun bunga edelweish…

Tetesan embun kan menjadi pengobat dahaga para pejuang…
Kala melewati hamparan padang yang gersang…
Tuk sejenak mencairkan kerongkongan…
Karena rasa haus yang tak tertahankan…

Masjid kecil kan menjadi sandaran kegelisahan hati…
Kala kurasakan penatnya udara ibu kota ini…
Tuk sejenak berpasrahkan diri…
Pada keagungan Sang Ilahi…

Alangkah senangnya jiwa yang ku rasa…
Kala tawa bahagia kan menjadi pengobat lara…
Di tengah kesempitan yang kurasa…
Allah masih sedikit memberikan celah untuk kelapangan di jiwa…

Alhamdulillah…
Nikmat iman terjaga yang begitu luar biasa…
Mampu mengajak kita tuk senantiasa bermunajat takwa…
Di balik oase kehidupan yang kurasakan…
Di tengah kering kerontangnya kegelisahan…

Karena setitik iman…
Laksana setetes mata air pengobat keringnya kegelisahan jiwa…

Sabtu, 21 Januari 2012

The Way of Love ( Jalan Cinta)


Jika aku merasakan cinta… Semoga cintaku semakin mendekatkanku pada cinta – Nya…

Terinspirasi oleh :  gemericik air hujan dan mendung menggerayuti,,
Karawang, 17 januari 2012

Ya Allah…
Kala ku rasakan cinta…
Menggerayangi setiap relung jiwa…
Dalam setiap detik kegembiraan yang kurasa…
Aku hanya bisa berucap doa…
Semoga cintaku semakin mendekatkanku pada Sang Kuasa…
Sang Pemilik alam semesta…

Ya Rabbi…
Menyelisuri setiap bilik dalam hati…
Dalam setiap aliran darah yang mengalir tiada henti…
Aku hanya bisa meminta dalam seribu mimpi…
Semoga cintaku semakin mendekatkanku pada Sang Ilahi…
Sang Maha Pemberi…

Jalan cinta itu datang…
Menghampiri para pejuang…
Bertumpah darah dalam setiap ruang…
Tuk sejenak berhenti dalam satu kesempatan senggang…
Bahwa hidup adalah satu petualang…
Menyatu dalam seribu satu cerita yang datang…

Jalan cinta itu panjang…
Mendatangi para petualang…
Menyatu dalam satu ikatan  waktu terbentang…
Bahwa hidup adalah satu perjuang…

Bagaikan sang gemerlayut mendung yang menghampiri…
Datang mendekat dalam satu kesatuan arti…
Bahwasanya langit tak kan terlihat ceria seperti ini…
Tanpa kehadiran sang mentari…
Yang selalu setia menghampiri…
Kala kebut tebal menyelimuti…

Begitupun dengan cinta…
Akan semakin berwarna…
Kala yang kau rasakan menjadikan positif di jiwa…
Karena bukan cinta yang menguasai rasa…
Namun termakna dalam satu kesatuan asa…
Bahwa cinta yang kan menjunjungmu tinggi dalam satu munajat takwa…
Karena itulah makna cinta yang sebenarnya…
Membuatmu kaya akan nikmat Sang Maha Cinta…

Ya Allah Ya Rahman…
Terima kasih untuk cinta  yang Engkau berikan…
Satu cinta dalam kemilauan…
Tuk membuatku lebih erat memekik  erat suara kebenaran…
Bahwa Engkaulah Sang Maha pemilik kehidupan…

Senin, 16 Januari 2012

Pemimpin yang Merakyat


Indonesia tak sekedar butuh pemimpin tapi pemimpin yang mengerti



Terinspirasi oleh :  daun teh
Karawang, 13 Januari 2012

Memang banyak pemimpin di dunia…
Tapi tak banyak pemimpin yang memahami dirinya sendiri…
Memang banyak pemimpin di dunia…
Tapi tak banyak pemimpin yang mengerti dirinya sendiri…

Dunia sudah terlalu banyak pemimpin yang bertaburan…
Mulai dari belahan dunia barat hingga ke timur…
Dunia sudah terlalu banyak pemimpin yang berhamburan…
Mulai dari yang berdasi rapi hingga berkaos seni…
Namun tak banyak yang bener – bener mengerti…

Ketika kapitalisme mulai menggerogoti…
Kehidupan dunia yang mulai ngeri…
Banyak pemipin yang berkemeja rapi…
Berdasi warna – warni dengan menenteng tas kerja mini…
Tapi…
Tak sedikit pula yang menindas anak buah sendiri…
Hanya tuk sekedar mengejar prestasi…
Kehidupan dunia yang bakalan terhenti…

Ketika kapitalisme mulai berjumpa…
Dari satu negeri ke negeri lainnya…
Masih banyak industri yang mempekerjakan karyawan tanpa melihat kebutuhannya…
Senin sampai sabtu masuk kerja…
Terus hari minggu tetap saja…
Seragam dan peralatan kerja tetap saja setia…
Seakan mereka hanya mengejar keuntungan semata…
Agar perusahaan tetap berjaya…
Para pembesar bisa tidur nyenyak dan bernafas lega…
Namun (maaf) para pekerja biasa ngrasa menderita…

Coba kita temgok dengan sosok pemimpin belakangan…
Akan sosok Dahlah Iskan…
Seorang pemimpin yang lahir dari profesi dunia wartawan…
Namun sejenak rakyat merasa heran…
Melihat sang pemimpin hidup dalam kesederhanaan…
Apa lagi yang perlu dipertanyakan?
Toh memang seharusnya begitulah pemimpin idaman…
Yang mengerti akan kebutuhan orang kebanyakan…

Indonesia tak hanya sekedar membutuhkan pemimpin…
Namun, pemimpin yang mengerti…
Mengerti akan kebutuhan rakyatnya…
Mengerti akan kewajiban utamanya…
Mengerti akan tanggung jawabnya…
Mengerti akan permasalahan yang ada…
Mengerti akan amanah yang diembannya…
Semoga suatu saat nanti…
Akan lahir seorang pemimpin yang bener – bener mengerti…
Pemimpin yang tak hanya sekedar menjadi sokongan terdepan…
Namun pemimpin yang benar – benar mengerti…
Pemimpin yang merakyat…

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

Rabu, 11 Januari 2012

MAYAT BANGUN DARI KUBUR


Jika Nauf boleh menghidupkan kuda milik Birdlaun milik Raja Faris atas izin Allah, maka Nabi Isa boleh menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah juga. Itulah mukjizat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk menunjukkan kebesarannya.
Tapi dasar orang kafir, walaupun Nabi Isa boleh menunjukkan mukjizat menghidupkan orang yang sudah mati, mereka masih menyangkalnya. "Sesungguhnya engkau hanya dapat menghidupkan mayat yang baru yang ada kemungkinan memang belum mati benar. Cuba kau hidupkan mayat-mayat terdahulu jika kau boleh." Ujar mereka. Merasa ditentang kaumnya, Nabi Isa lalu berkata : "Silakan pilih mayat sekehendakmu," jawabnya.

"Cuba hidupkan Sam dan Nuh," kata mereka.
Kemudian Nabi Isa pergi ke makam Sam dan Nuh. Setelah bersembahyang di atas kuburnya, Isa berdoa kepada Allah meminta Allah menghidupkan mayat itu. Atas kekuasaan Allah kedua mayat yang sudah lama meninggal it bangkit kembali dari kuburnya. Rambut di kepala dan rambutnya sudah memutih.
Begitu melihat keduanya hidup kembali, Isa bertanya, "Mengapa rambutmu sudah memutih semacam itu,". Keduanya lalu menjawab bahawa mendengar panggilan Isa, ia mengira hari kiamat sudah tiba. "Berapa lama kau sudah meninggal?" tanya Isa. "Empat ribu tahun, tetapi sampai sekarang belum hilang rasa sakit matiku." Jawabnya.Melihat mukjizat Allah, berimanlah semula orang-orang yang kafir itu.

Senin, 09 Januari 2012

Sekali – Kali Kita Perlu Makan Bareng Tukang Becak


Tahukah kamu kekayaan yang paling berharga buat manusia??

Terinspirasi oleh :  tukang bangunan dan tukang becak
Jakarta, 08 januari 2012



Pernahkah kau bayangkan apa kekayaan yang paling berharga buat manusia…?
Coba kau pikirkan sejenak…
Kau renungkan dalam dirimu…
Dan kita jawab dari hati kita masing – masing…

Harta benda…
Kekayaan yang bisa membuatmu membeli apapun yang kau inginkan…
Materi yang mampu memberikan manusia berbagai kelimpahan ekonominya…
Namun kadang tak jarang justru meneroboskan manusia ke lumbung kehinaan…
Karena kegilaan akan harta benda yang membuatnya menghalalkan segala cara…
Hanya tuk memperkaya diri mengejar prestasi dunia…

Ilmu dunia…
Pengetahuan dan teknologi yang dapat pintu gerbang kebodohan…
Seakan menunjukkan antara masa lalu dan masa depan yang begitu dekatnya…
Namun kadang tak jarang yang menggunakannya untuk kemaksiatan…
Karena keinginan menguasai dan membodohi orang lain…
Hanya tuk sekedar mencari kekuasaan yang tak kekal…

Tahta…
Kedudukan terhormat status manusia dihadapan yang lain…
Memperlihatkan seberapa berharganya status sosial manusia…
Namun tak kadang pula justru membuat orang jadi gila…
Karena berebut tahta dan kursi kekuasaan…
Hingga saling menjegal dan menghimpit teman lainnya…

Begitulah kehidupan…
Hingga artinya satu jawaban tersampaikan…
Kekayaan apa yang paling berharga buat manusia…
Kekayaan materi, fisik, sosial?
Bukann…
Orang paling beruntung di dunia…
Bukan orang yang paling kaya, bukan orang berkuasa, dan bukan orang terpandai…
Tapi…
Orang yang bersyukur…

Mungkin terkadang kita perlu sejenak menyempatkan diri tuk makan bareng dengan tukang becak, tukang batu bata, buruh pabrik dll. Ketika kita menyaksikan cara mereka makan. Terlihat jelasa bahwa mereka makan hanya sekedar tuk mengisi perut. Meskipun hanya dengan lauk pauk yang sehariannya hampir sama (tempe – tahu). Tapi lihatlah muka mereka, tetep tersenyum menikmati lauk makan yang ada. Sebagai pengobat lelah aktifitas sehari – hari mereka.

Berbeda dengan diri kita, masih ada di antara kita yang ketika masuk ke rumah makan. Mulai bingung memilih menu makanan. Hanya tuk sekedar memanjakan nafsu sejenak. Yang tak kan pernah bertahan berjam – jam masuk ke perut kita. Hingga terkadang kita di buat terlena dan lupa tuk sejenak bersyukur. Dan tak jarang pula yang kelupaan berdoa mengawalinya.

Semoga kita di jauhkan dari hal – hal sedemikian…
Tetap SMANGADZ…
Melihat ke atas ada optimiz perjuangan bergelora…
Melihat ke bawah ada kesyukuran atas nikmat yang telah kita terima…

Sabtu, 07 Januari 2012

Emang ada yang lebih kejam dari IBUKOTA?

Kenapa harus Jakarta gitchu loch

Terinspirasi oleh :  hujan, banjir, macet, ruwet
Jakarta, 07 januari 2012



Suara klakson membahana keras memekikikan telinga…
Membuat orang yang berlalu lalang menutup kupingya…
Lalu lalang para pekrja yang melintasi jalanan padatnya…
Kenapa harus Jakarta gitchuu loch??

Sampah menumpuk hingga puluhan meter…
Hingga banjir dan bau busuk jadi pemandangan harian…
Menempati sela – sela bangunan megah yang menjulang tinggi…
Kenapa harus Jakarta gitchu loch??

Para pengemis dan anak jalanan yang berkeliaran…
Mencari sesuap nasi dari kehidupannya yang tak tentu…
Menjadikan selasar toko dan lorong jembatan bak tempat tinggalnya…
Kenapa harus Jakarta gitchu loch??

Emang ada yang lebih kejam dari Jakarta?
Mulai dari para pejabat yang menghamburkan duit dengan mudahnya…
Sementara di satu sisi…
Para pemulung mencari sampah tuk membeli beras sisa ceceran…

Emang ada yang lebih kejam dari Jakarta?
Mulai dari gedung – gedung megah yang mententeng menjulang langit…
Sementara di satu sisi…
Gubuk – gubuk kardus mentereng di pinggiran sungai…

Emang ada yang lebih kejam dari Jakarta?
Mulai dari para pejabat yang berebut kursi kekuasaan…
Sementara di satu sisi…
Masyarakat miskin berebut beras bantuan…

Kalau ditanya bagaimana mengurangi banjir di Jakarta?
Jawabanya cuma kesadaran manusianya…
Agar warga mulai mengerti lingkungannya…
Sampah terbentang… Air menggenang…

Kalau ditanya bagaimana mengurangi kemacetan di Jakarta?
Jawabannya cuma kesadarang warganya…
Agar mau menjalani lalu lintas dengan taat…
Kesadaran 0 %... Kemacetan 100 %...

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)
(QS. ArRuum :41-46)

Senin, 02 Januari 2012

Film "Hafalan Shalat Delisa" Berkisah Tentang Tsunami Aceh



TANGGAL 22 Desember lalu, ada dua momen yang dilaksanakan berbarengan dengan peringatan tujuh tahun tsunami Aceh, yang pertama adalah Seminar Nasional bertajuk "Peningkatan Peran Perguruan Tinggi dalam Manajemen Bencana" dalam rangka refleksi (lesson learned) 7 Tahun Tsunami Aceh dan Arahan Kebijakan Manajemen Bencana di Indonesia yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan sekaligus pemutaran perdana di bioskop film fiksi tentang tsunami Aceh yang berjudul "Hafalan Shalat Delisa." 

Seminar Nasional ini menghadirkan keynote speech Prof. Dr. Sudibyakto (Unsur Pengarah BNPB) dengan materi Peluang dan Tantangan Perguruan Tinggi dalam Manajemen Bencana (Belajar dari Negara Maju dan Indonesia), dan pemateri berikutnya yaitu yaitu Ir. Budi Atmadi Adiputro (Sekjen PMI Pusat) dengan materi Lesson Learned dari Pengalaman Menangani Bencana Tsunami Aceh, Dr. Danang Sri Hadmoko, M. Sc (UGM) dengan materi Risiko Multi Bencana di Indonesia, Prof. Sarwadi, MSCE, Ph. D (Guru Besar UII/Pengarah BNPB) dengan materi Lesson Learned Hasil Monev Penanggulangan Bencana di Indonesia. Acara seminar ini juga sekaligus dengan Pembentukan Student Association for Disaster Management (Asosiasi Mahasiswa Peduli Bencana) dari beberapa universitas di Indonesia. 

Seminar ini dihadiri hampir 300-an peserta yang memenuhi ruang seminar Lantai 5 Gedung Lengkung Pascasarjana UGM. Dari beberapa pemateri, saya mencatat beberapa poin penting dari pemaparan Pak Budi (Sekjen PMI Pusat) yang di awal presentasi memutar film dokumenter bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi. Pak Budi pernah menjabat sebagai Kepala Staf Darurat Operasi yang sehari-hari memimpin operasi tsunami di Aceh selama hampir 3 bulan pertama bencana. Menurut Pak Budi ada tiga kata kunci yag menjadi konsep dalam manajemen bencana yaitu cepat, tanggap, dan terkoordinir. Dan juga yang penting yaitu masalah kemanusiaan harus diutamakan di atas segala kepentingan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya. 

Film "Hafalan Shalat Delisa"Film Hafalan Surat Delisa yang diputar perdana serentak di seluruh jaringan bioskop pada Kamis (22/12/2011) diangkat dari novel laris berjudul sama karya Tere Liye yang disutradarai Sony Gaokasak dan diproduseri Chand Parwez Servia (Starvision). Pengambilan gambar dilakukan di Ujung Genteng, Sukabumi Selatan. Penyanyi Aceh, Rafli juga ikut terlibat dalam film ini dan menyanyikan musik pengiring film. 

Dikisahkan bahwa Delisa (Chantiq Schagerl) sedang mengikuti ujian praktik hafalan shalat di sekolahnya saat tsunami menghantam kawasan Lhoknga, Aceh Besar. Saat itu, Delisa mengingat kata ustad Rahman (Fathir Muchtar) untuk khusyuk atau fokus saat beribadah, sehingga Delisa tidak mendengar teriakan Ummi dan orang tua lainnya di sekolah saat itu untuk menyelamatkan diri dari tsunami dan meninggalkan ujian praktik hafalan shalat. 

Delisa hanyut dan akhirnya ditemukan oleh relawan dari AS, Smith (Mike Lewis). Kaki kiri Delisa luka dan terpaksa harus diamputasi. Delisa tinggal sebatang kara hingga ayahnya, Abi Usman (Reza Rahardian) yang selamat karena bekerja di kapal menemuinya di rumah sakit. Ayahnya selamat sedangkan Ummi (Nirina Zubir) dan ketiga kakak Delisa, Fatimah (Ghina Salsabila), Aisyah (Reska Tania Apriadi), dan Zahra (Riska Tania Apria) serta teman sepermainannya banyak yang menjadi korban tsunami. Walaupun kakinya tinggal satu, Delisa tetap mampu bertahan dan memberi semangat kepada teman-teman dan orang-orang yang disayangi untuk tidak mudah putus asa. 

Saat saya menonton, banyak keluarga yang membawa anaknya dan pemuda-pemudi muslim yang jarang ke bioskop mengkhususkan diri untuk menonton film ini karena kisah tsunami Aceh dan kisah agama yang diangkat. Tapi film ini menurut saya minus riset tentang kondisi di Aceh saat tsunami dan konteks budaya. 

Tokoh Fatimah di awal adegan melafalkan meunasah dengan munasah, dan perawat lokal saat di rumah sakit tidak berpakaian sesuai kaidah syariat, dan terjadi kerancuan saat ada dua relawan asing yaitu Smith dan Sophie mengajak ngobrol Delisa saat di rumah sakit dengan bahasa asing tanpa disertai penerjemah, sehingga Delisa tidak memahami apa yang mereka katakan. Film ini juga sarat dengan teknologi CGI (computer graphic integrated) saat memvisualisasikan tsunami, kapal induk, helikopter, areal tsunami, dan efek surga. 

Walaupun berasal dari novel fiksi karya Tere Liye, tapi saya dan keluarga saya sudah pernah mendengar nama Delisa pada saat masa penyembuhan tsunami. Ayah saya, Mukhlis A. Hamid saat menjadi relawan di rumah sakit lapangan Danish Emergency Mobile Hospital (DEMH) di Fakultas Kedokteran Unsyiah menyebut nama Delisa Fitri yang saat tsunami berumur 7 tahun yang terpaksa harus diamputasi kakinya di rumah sakit lapangan itu pada Januari 2005. Berita tentang Delisa yang diamputasi pernah dimuat di koran Denmark. Dan hari ini keberadaannya sudah tidak diketahui lagi setelah keluar dari rumah sakit. 

Banyak penikmat film di Aceh yang mengharapkan agar film "Hafalan Shalat Delisa" dapat diputar di Ace
h pada saat peringatan tujuh tahun tsunami ini. Sayangnya tsunami juga menggulung satu-satunya bioskop di Aceh saat itu sehingga orang Aceh saat ini jika ingin menonton film minimal harus ke Medan.  ***

source : 
http://aceh.tribunnews.com/2011/12/28/film-hafalan-surat-delisa-berkisah-tentang-tsunami-aceh